Atasi Dampak Ekonomi akibat Corona, Menteri PPN Puji Terobosan NTB

Menteri PPN, Suharso Manoarfa dalam Musrenbang Tingkat Provinsi NTB Tahun 2020  bersama  Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah,  didampingi Sekda NTB, H.L.Gita Ariadi dan Inspektur pada Inpektorat NTB, Ibnu Salim melalui telekonfernsi di Ruang Kerja Gubernur, Selasa, 28 April 2020. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN), Suharso Manoarfa memuji terobosan NTB dalam mengatasi dampak sosial dan ekonomi pandemi Corona. Program Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang dengan menggunakan produk lokal untuk menggerakkan IKM dan UKM NTB dinilai kebijakan yang berdimensi jangka panjang dalam rangka pemulihan ekonomi pascapandemi Corona.

Hal tersebut disampaikan Menteri PPN dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tingkat Provinsi NTB Tahun 2020 bersama Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M. Sc, kementerian/lembaga terkait dan Kepala OPD lingkup Pemprov NTB lewat telekonfernsi di Ruang Kerja Gubernur, Selasa, 28 April 2020.

Iklan

‘’Menteri PPN salut dengan NTB. Yang begitu tanggap dan sigap dalam penanganan Covid-19 terutama mengantisipasi dampak sosial ekonomi dan pemulihan ekonomi pasca Covid-19,’’ kata Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik) NTB, I Gede Putu Aryadi, S. Sos, MH yang ikut dalam telekonferensi tersebut.

Program JPS Gemilang berupa bantuan paket sembako senilai Rp250 ribu per KK menggunakan produk-produk lokal hasil produksi IKM dan UMKM NTB. Dengan menggunakan produk lokal, maka kebijakan ini dinilai juga akan menggerakkan IKM dan UMKM lokal.

‘’Kecepatan penanganan Covid-19, juga diiringi dengan program bagaimana mengatasi persoalan ekonomi. Bagaimana memberdayakan UKM dan IKM. Itu yang menurut Menteri PPN yang luar biasa.  NTB lebih cepat melakukan langkah-langkah itu. Karena daerah lain baru berpikir,’’ katanya.

Mengenai adanya kekurangan-kekurangan dalam penyaluran JPS Gemilang tahap I. Gubernur, kata Aryadi mengibaratkan setiap ada ide baru pasti ada kelemahan atau kekurangan. Namun dari kekurangan itu, kemudian dilakukan perbaikan atau penyempurnaan.

Dalam Musrenbang tersebut, Menteri PPN menyampaikan sejumlah arahan untuk prioritas pembangunan 2021. Ada empat fokus Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2021 yakni pemulihan industri pariwisata dan investasi, reformasi sistem kesehatan nasional, reformasi sistem jaring pengaman sosial dan reformasi sistem ketahanan bencana.

Major project yang menjadi penekanan dalam pemulihan industri, pariwisata dan investasi adalah 10 destinasi wisata prioritas, sembilan kawasan industri di luar Jawa dan 31 smelter, industri 4.0 di lima sub sektor prioritas. Kemudian pendidikan dan pelatihan vokasi untuk industri 4.0 dan jaringan pelabuhan utama terpadu.

Beberapa isu strategis pembangunan NTB. Pertama, penanganan dan pemulihan sosial ekonomi akibat pandemi Covid-19 dan pembangunan manusia untuk mendukung transformasi sosial ekonomi wilayah.

Menteri PPN juga menyampaikan lima rekomendasi arah kebijakan pembangunan NTB. Yaitu, mendorong transformasi ekonomi ke arah industri pariwisata, ekonomi kreatif dan hilirisasi komoditas yang mengolah hasil-hasil perikanan, perkebunan dan pertambangan. Kemudian mempercepat pembangunan SDM khususnya pemerataan akses dan layanan kesehatan.

Selanjutnya, memperkuat ketahanan dan kesiapan sistem kesehatan daerah. Memperkuat sistem jaminan kesehatan khususnya bagi warga kurang mampu dan pekerja informal. Dan terakhir, memperkuat kapasitas Pemda dan desa dalam pengembangan ekonomi lokal dan pengelolaan dana desa untuk meningkatkan produktivitas dan membantu mengurangi angka kemiskinan di perdesaan.

Sedangkan sasaran pembangunan NTB pada 2021 adalah memacu pertumbuhan dan transformasi ekonomi dengan laju pertumbuhan ekonomi rebound 5,2 – 5,7 persen. Kemudian mempercepat pengentasan kemiskinan dengan persentase penduduk miskin 14,5 persen.

Selain itu, menurunkan lagi angka pengangguran. Tingkat pengangguran terbuka 5,6 persen. Kemudian meningkatkan IPM 69,42 – 69,48. Dan memperbaiki gini rasio 0,375 – 0,380. (nas)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional