Atap Bocor dan Eskalator Islamic Center yang Rusak Segera Diperbaiki

Pengurus Masjid Raya Hubbul Wathan menyiapkan beberapa bak ukuran besar di dekat mimbar untuk mengantisipasi air hujan akibat atas IC yang bocor. Kemudian eskalator IC yang rusak dan sedang dalam perbaikan. (Suara NTB/nas)

Mataram (Suara NTB) – Ada pemandangan tak biasa di Masjid Raya Hubbul Wathan Islamic Center (IC) NTB. Di dalam masjid kebanggaan masyarakat NTB ini, banyak ditempatkan bak ukuran besar dan kecil untuk menampung air hujan.

Ternyata, bak-bak yang ditempatkan itu untuk menampung air hujan karena atap IC bocor. Bukan atap IC saja yang bocor, tetapi eskalatornya  juga rusak. Tidak berfungsinya eskalator ini membuat jemaah usia lanjut tak bisa lagi menunaikan salat di Masjid Raya Hubbul Wathan IC.

Iklan

Warga Lingkungan Dasan Sari Kota Mataram, Saprul Hairi berharap Pemprov NTB segera memperbaki atap IC yang bocor dan eskalator yang rusak. Selain itu, ia juga berharap Pemprov segera memperbaiki tempat wudhu untuk jamaah laki-laki sebelah timur yang sampai saat ini belum dapat digunakan.

Menurutnya, bocornya atap IC harus segera diperbaiki. Pasalnya, itu sangat mengganggu konsentrasi jemaah ketika salat. Apabila hujan lebat, maka air hujan akan masuk ke bagian utama masjid dan ditampung menggunakan bak ukuran besar dan kecil.

Kondisi ini menurutnya sangat tidak enak dipandang. Bahkan ada karpet yang terpaksa digulung akibat terkena air dari atap IC yang bocor. ‘’Pemerintah provinsi supaya segera memperbaikinya. Ini pemandangan yang tidak bagus,’’ kata Saprul ditemui Minggu, 9 Februari 2020.

Salah seorang warga Dasan Agung Kota Mataram juga berharap Pemda segera memperbaiki atap IC yang bocor. Begitu juga eskalator yang rusak. Dengan tidak berfungsinya eskalator IC, jemaah usia lanjut tidak lagi datang salat ke Masjid Hubbul Wathan. Ia mengatakan bocornya atap IC sebenarnya sudah lama, sejak 2018 lalu. Namun ia heran kenapa hingga saat ini belum juga diperbaiki oleh Pemda.

Sekretaris Umum Pengurus Masjid Raya Hubbul Wathan IC, Abdul Aziz Fahmi yang dikonfirmasi Suara NTB mengatakan bahwa bocornya atap IC memang menjadi keluhan para jamaah yang salat di sana. Dikatakan, tahun 2019 lalu memang sudah dilakukan penanganan untuk rehabilitasi IC. Karena ada beberapa bagian yang rusak akibat gempa beruntun 2018 lalu.

‘’Itu laporan dari para jamaah yang merasakan kondisi yang ada di IC. Memang sudah lama. Tapi ada penanganan tahun kemarin namun belum optimal. Sudah ditangani tapi belum semuanya,’’ kata Aziz.

Untuk perbaikan sejumlah bagian dan fasilitas yang rusak di IC, Aziz mengatakan Sekda NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M. Si sudah memanggil semua pihak terkait dua minggu lalu dan langsung rapat di IC. Pada saat itu, Sekda meminta rehabilitasi IC agar dipercepat dan paling lambat harus tuntas sebelum bulan Ramadhan, April mendatang.

‘’Mudah-mudahan dalam waktu dekat. Harapan Pak Sekda, sebelum bulan Ramadhan sudah selesai ditangani kebocoran IC,’’ katanya.

Ia mengatakan, para jamaah sangat merasakan akibat bocornya atap IC. Sehingga hal itu sangat mendesak diperbaiki. Untuk bagian luar, kata Aziz, seperti dinding yang rusak akibat gempa sudah ditangani tahun lalu.

‘’Mungkin penanganan ini bertahap. Itu yang mereka selesaikan dulu. Sekarang penanganan ini (atap bocor), kemarin Pak Sekda minta segera diperbaiki. Pokoknya sebelum Ramadhan harus selesai,’’ katanya.

Sehingga jemaah yang melaksanakan ibadah bulan Ramadhan di Masjid Hubbul Wathan IC menjadi lebih khusyuk. ‘’Jangan sampai orang beribadah, kemudian bocor. Kemudian ada pejabat-pejabat penting dari luar negeri imam-imam kita, ini jadi perhatian. Mudah-mudahan tak jadi persoalan,” harapnya.

Terpisah, Kepala Dinas PUPR NTB, Ir. H. Azhar, MM menyebutkan, tahun ini dialokasikan anggaran sebesar Rp900 juta untuk rehabilitasi IC. Ia mengatakan, anggaran sebesar itu memang sangat minim jika melihat kondisi kerusakan IC pascagempa 2018 lalu.

‘’Tetapi akan kita upayakan. Pertama yang bocor dan yang lain-lain diprioritaskan,’’ katanya.

Penanganan perbaikan sejumlah bagian dan fasilitas yang rusak akan dilaksanakan setelah dilakukan pelelangan atau tender. Ia menargetkan, dalam sebulan atau dua bulan mendatang fasilitas yang rusak di IC akan segera diperbaiki. ‘’Ada prioritas penanganan. Yang bocor dulu ditangani,’’ katanya.

Perbaikan fasilitas yang rusak di IC, kata Azhar memang butuh waktu. Karena proyek rehabilitasi itu harus ditender dulu. Terkait dengan atap yang bocor, bidang Cipta Karya Dinas PUPR NTB sudah mengecek ke lokasi. Untuk mengetahui letak kebocorannya, sehingga penanganan tepat.

‘’Selain di makara masjid,  di atas itu. Juga ada bocor-bocor di tempat lain. Ini insya Allah akan dievaluasi secara menyeluruh,’’ terangnya.

Azhar menyebutkan, total kebutuhan anggaran untuk rehabilitasi IC pascagempa sekitar Rp15 miliar. Namun, tahun 2019 hanya dialokasikan sebesar Rp3 miliar. Kemudian pada 2020 sebesar Rp900 juta.

‘’Sebenarnya total yang dibutuhkan Rp15 miliar. Tapi mudah-mudahan yang bocor dulu ditangani, kemudian yang lain secara bertahap,’’ harap Azhar. (nas)