Assesment Eselon III, Empat Pejabat Absen

Mataram (Suara NTB) – Pelaksanaan assesment pejabat eselon III di hari kedua, berbeda dengan sebelumnya.  Dari 137 peserta, empat orang diantaranya absen.

Ketidakhadiran keempat orang tersebut kata Ketua Tim Assesment Pemkot Mataram, Dr. MA. Muazzar Habibi kepada Suara NTB, Kamis, 13 Oktober 2016, karena alasan yang berbeda – beda. Dua orang masih melaksanakan haji, satu orang cuti dan satu lainnya sakit. Ketidakhadiran keempat orang tersebut telah disampaikan oleh Sekda Kota Mataram.

Iklan

“Pak Sekda bersama Bu Asisten II dan BKD tadi sudah menyampaikan alasan kenapa mereka ikut assesment. Dan kami memaklumi hal itu,” katanya.

Empat pejabat setingkat eselon III itu nantinya, akan mengikuti assesment susulan. Tidak ada perubahan baik dari bentuk soal maupun pola penilaian. “Kecuali kalau sengaja tidak hadir baru kita tidak layani,” ujarnya.

Aspek penilaian yang dilihat katanya, berbeda dengan eselon II yang melihat sikap kepemimpinan. Tetapi lebih melihat sikap sikap manajerial yang diutamakan. Karena, setingkat Sekretaris dan Kepala Bidang lini kedua dalam unit masing – masing. Maka ada dua sesi dilihat, kemampuan leadership dan manajemen.

Sementara itu, ada 1.760 item soal yang harus dikerjakan. Tiap soal ada hubungan satu sama lain. Untuk sesi kedua, dilihat dari aspek kognitif yakni bagaimana problem solving mereka. Sebab, pejabat eselon III membawahi unit masing – masing. Dan ini menjadi kunci eksekusi pelaksanaan. “Kita lihat kemampuan pemecahan masalah. Dua aspek ini akan dikroscek dan evaluasi yang juga bersamaan dengan evaluasi eselon II,” bebernya.

Tetapi tidak seperti eselon II, yang dilihat dari beberapa aspek mendukung program kerja dan hubungan pimpinan dan bawahan. Diakui, kenapa soal lebih banyak. Secara usia, pejabat eselon III lebih muda. Kedua, pihaknya ingin mengukur ketahanan pejabat, karena ini berkaitan dengan tiga rekomendasi yaitu, promosi, mutasi dan demosi. Maka ketahanan ini penting bagi eselon III. Barangkali nanti, mereka ikut JPT akan dilihat. “Paling penting ketahanan bekerja mereka,” ujarnya. (cem)