Aspirasi di Bidang Sosial, Pendidikan dan Infrastruktur Mendominasi

Mataram (Suara NTB) – Banyak elemen masyarakat yang menginginkan pemerintah daerah di NTB membenahi infrastruktur, pendidikan dan sosial. Demikian beberapa dari sekian banyak aspirasi yang mencuat dalam laporan hasil reses para anggota DPRD NTB Daerah Pemilihan (Dapil) III.

Kesimpulan dari aspirasi-aspirasi itu disampaikan kepada pimpinan DPRD NTB, melalui rapat paripurna penyampaian laporan hasil reses di Kantor DPRD NTB, Rabu, 2 November 2016.
Anggota DPRD NTB Dapil III yang ditunjuk menyampaikan laporan adalah Drs. H. M. Nasihuddin Badri, M.AP.

Iklan

Dalam laporannya, sembilan anggota DPRD NTB Dapil III membagi aspirasi yang mereka himpun dalam sejumlah katagori. Katagori aspirasi di bidang infrastruktur, pendidikan dan sosial mendominasi daftar aspirasi yang dihimpun para wakil rakyat NTB itu.

Di bidang infrastruktur, masyarakat di sejumlah daerah mengharapkan adanya perbaikan fasilitas jalan di tempat tinggal mereka. Aspirasi ini mencuat di desa-desa yang didatangi para anggota DPRD NTB di Lombok Timur.

Infrastruktur lain yang masuk dalam daftar infrastruktur yang perlu dibenahi berdasarkan aspirasi tersebut antara lain, perbaikan jalan usaha tani, sepanjang 2 kilometer di Desa Toya, Kecamatan Aikmel. Selain itu ada pula aspirasi menyangkut perlunya dibuat jaringan pipa air bersih di Desa Bagik Payung Timur, Kecamatan Suralaga, sepanjang 2,5 kilometer.

Di Kecamatan Aikmel terdapat permintaan perbaikan jalan Dusun Muntaha, Desa Kembang Kerang Daya dan Dusun Banjar Sari, di Desa Aikmel Barat. Aspirasi serupa juga ditemui di Kecamatan Masbagik, yaitu di Dusun Reriu Desa Bagek Payung. Juga di Desa Paok Motong, Desa Lendang Nangka Utara, Kecamatan Suralaga, dan Desa Pringgasela, Kecamatan Pringgasela, Lotim.

Perbaikan Infrastruktur juga diharapkan bisa dituangkan dalam program penataan lingkungan, irigasi pertanian, jalan tani dan pipa air bersih di Lotim. Bantuan untuk perumahan layak huni juga masuk dalam aspirasi bidang infrastruktur ini. Selain itu, ada lagi permintaan bantuan Lapen Jalan Lingkungan Desa Lenek Ramban Biak, Kecamatan Aikmel, Desa Tumbuh Mulia, Suralaga, dan Desa Pengandangan Kecamatan Pringgasela. Masyarakat Pringgasela juga meminta bantuan pengaspalan jalan lingkungan Masjid Nurul Yaqin Dusun Aik Ngempok Desa Pengandangan.

Selain aspirasi-aspirasi tersebut, aspirasi di bidang sosial masuk pula dalam catatan. Bentuk aspirasi yang dihimpun adalah permintaan bantuan modal, pelatihan keterampilan, kemudahan dalam layanan administrasi kependudukan, hingga bantuan untuk kelompok pemuda atau remaja masjid.

Aspirasi di bidang pendidikan antara lain berupa penambahan ruang kelas baru di sejumlah madrasah, bantuan meubelair untuk sekolah dan berbagai dukungan lainnya.

Ketua DPRD NTB, Hj. Baiq Isvie Rupaeda, SH, MH menjelaskan, dari hasil kunjungan resesnya, para anggota DPRD NTB secara perseorangan atau kelompok wajib membuat laporan tertulis yang disampaikan kepada pimpinan DPRD NTB.

Setelah menerima laporan, pimpinan DPRD NTB wajib menyampaikan kesimpulan hasil reses tersebut dalam rapat paripurna. Selanjutnya, kesimpulan hasil reses inilah yang akan dijadikan sebagai dasar penyusunan pokok-pokok pikiran DPRD pada pembahasan KUA/PPAS.

“Untuk diketahui, bahwa masa reses ke III anggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Barat tahun sidang 2016 telah dilaksanakan sejak tanggal 15 s/d 20 Oktober 2016. Sedangkan rapat dari masing-masing daerah pemilihan telah dilaksanakan tanggal 28 Oktober 2016,” ujar Isvie menjelaskan. (aan/*)