ASN-Pejabat Diberikan THR, Tenaga Kontrak dan Guru Honorer di Lobar Terabaikan

H. Fauzan Husniadi (Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Para Aparatur Sipil Negara (ASN) di Lombok Barat (Lobar) diberikan Tunjangan Hari Raya (THR) oleh pemerintah. Sedangkan para tenaga kontrak dan guru honorer lagi-lagi terabaikan. Tenaga kontrak terpaksa gigit jari, lantaran tak diberikan THR. Padahal penghasilan mereka jauh di bawah Upah Minum Kabupaten (UMK). Kondisi ini dinilai tak adil oleh para tenaga kontrak.

Keluhan mencuat dari kalangan tenaga kontrak terjadi hampir setiap tahun di bulan puasa. Kali inipun demikian. Di penghujung bulan puasa yang identik dengan pembagian THR, para tenaga kontrak dan guru honorer selalu dirundung rasa sedih. Karena mereka tidak mendapatkan THR seperti halnya ASN dan pejabat. Sementara penghasilan mereka di bawah UMK, sehingga banyak di antara mereka terbelit utang untuk membiayai kebutuhan sehari-hari.

Iklan

Dikonfirmasi terkait keluhkan tenaga kontrak dan guru honorer ini, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), H. Fauzan Husniadi mengatakan pembayaran THR ada regulasinya. Sedangkan untuk THR kontrak dan guru honorer belum ada celah regulasi. “Pembayaran THR itu ada regulasi, kalau untuk kontrak dan honorer belum ada payung hukum terkait hal itu,” jelas Fauzan, Selasa, 4 Mei 2021.

Dikatakan, tahun lalu 2020 Kepala Daerah dalam hal Ini Bupati, Wakil Bupati dan Angota DPR tidak menerima Tunjangan Hari Raya (THR). Tahun ini tidak hanya Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berhak untuk mendapatkan THR, namun Bupati, Wakil. Bupati dan para anggota DPR dalam hal ini pimpinan dan anggota DPRD berhak untuk mendapatkan THR tahun ini. Hal ini sesuai dengan PP Nomor 63 tahun 2021 Tentang Pemberian THR dan gaji ketiga belas kepada aparatur negara, pensiunan, penerima pensiun dan penerima tunjangan tahun 2021. Dalam PP tersebut kepala daerah dan pimpinan beserta anggota DPR sudah diatur pada pasal 3 sebagai penerima THR.

Penyaluran THR akan dimulai pada pekan ini menjelang 10 hari lebaran, pihaknya menyiapkan anggaran sekitar Rp 29 miliar untuk membayar THR para ASN, kepala daerah dan anggota DPR di Lobar.

 Jumlah anggaran yang disiapkan ini, lebih banyak jika dibandingkan  dengan kebutuhan anggaran untuk pembayaran THR ASN pada tahun 2020 lalu, pada bulan Ramadhan tahun 2020 lalu, penerima THR hanya untuk kalangan ASN hingga pejabat eselon III. Sedangkan pejabat ASN eselon II dan kepala daerah serta anggota DPR tidak mendapatkan THR.

Untuk diketahui, pada bulan Mei  ini  ASN akan mendapatkan dua kali gaji dalam waktu yang    berdekatan di mana ada gaji untuk bulan Mei pada awal bulan, selanjutnya selang beberapa hari lagi ASN akan mendapatkan THR, karena diperkirakan lebaran akan jatuh antara tanggal 13 atau 14 Mei 2021.

Hal senada disampaikan Ketua DPRD Lobar Hj. Nurhidayah. Menurutnya, pemberian THR kepada ASN s diatur negara dan ada aturannya. “Kalau THR  untuk tenaga kontrak dan honorer itu belum ada regulasinya. Di sinilah sangat penting kepekaan dari masing-masing OPD,”ujarnya.

Karena kalau diberikan dari regulasi, kata dia, belum memungkinkan, sehingga ia berharap masing-masing OPD untuk peka.  (her)

Advertisement ucapan idul fitri Jasa Pembuatan Website Profesional