ASN Keluhkan Absen Titik Koordinat

0
Baiq Nelly Kusumawati. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Pemkot Mataram telah menerapkan absensi menggunakan sistem koordinat. Selain lebih akurat, juga memastikan aparatur sipil negara (ASN) berada di lokasi. Peralihan sistem tersebut masih dikeluhkan karena minimnya sarana-prasarana dimiliki pegawai.

Seorang pegawai di Lingkup Pemkot Mataram mengapresiasi inovasi dari Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) yang menggunakan perangkat elektronik untuk mengukur tingkat kedisiplinan pegawai. Salah satunya adalah menggunakan titik koordinat untuk absen kehadiran. Absensi titik koordinat tidak seutuhnya dipahami oleh pegawai. Sebagian ASN tidak memiliki gawai dan tidak paham menggunakan aplikasi tersebut. “Sebenarnya bagus, tetapi harus dilihat dulu dari kesiapan dan sarana dimiliki pegawai,” kritik pegawai yang enggan dikorankan namanya tersebut.

IKLAN

Ia justru menilai penggunaan pinger print untuk absensi jauh lebih efektif, karena tingkat kehadiran pegawai langsung terdeteksi. Pun, terjadi gangguan pada jaringan secara otomatis akan masuk saat jaringan membaik. Beda halnya dengan titik koordinat datanya tidak langsung terekam apabila terjadi gangguan jaringan.

Kendala lainnya adalah tidak ada jaminan bagi ASN yang sudah absen kemudian bekerja. “Bisa saja pegawai hanya datang absen kemudian meninggalkan kantor,” tandasnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala BKPSDM Kota Mataram, Baiq Nelly Kusumawati mengatakan, penggunaan teknologi sebenarnya memudahkan pegawai dibandingkan dengan sistem manual. ASN tinggal absen menggunakan gawai sesuai titik koordinat dan datanya langsung terkoneksi pada server. “Kita juga lebih enak mengecek ASN yang absen sesuai titik koordinat atau tidak berada di lokasi,” ujarnya.

Kekurangan perangkat atau sistem dinilai wajar karena masih masa transisi. Namun demikian, pegawai juga tidak bisa menghindar dengan alasan tidak memiliki gawai dan tidak memahami cara mengoperasikan teknologi tersebut. “Sebenarnya sudah tidak ada alasan lagi gara-gara tidak punya handphone atau lain sebagainya. Seharusnya antara hak dan kewajiban harus seimbang. Mereka juga dapat TPP banyak untuk beli hape” jawabnya.

Pegawai hanya datang absen kemudian pulang menjadi tanggungjawab pimpinan OPD. Pengawasan dilakukan secara berjenjang sehingga diharapkan ASN mengikuti aturan sesuai ketentuan. Nelly menilai absen titik koordinat ini lebih efektif dibandingkan pinger print, meskipun butuh penyempurnaan dan lain sebagainya. (cem)

IKLAN