ASN Hanya Terima Gaji dan Tunjangan

Hj. Baiq Evi Ganevia. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Pemkot Mataram sedang menyusun skema pangkat dan penggajian aparatur sipil Negara (ASN). Di tahun 2021, para abdi negara hanya mendapatkan gaji dan tunjangan, tidak lagi memperoleh honor dari kegiatan di OPD-nya.

Asisten III Setda Kota Mataram, Dra. Hj. Baiq Evi Ganevia menyampaikan, penerapan e-kinerja mulai disosialisasikan ke masing- masing organisasi perangkat daerah (OPD). ASN dituntut melaporkan kegiatan dilaksanakan setiap hari yang mengacu pada sasaran kinerja pegawai. Pelaporan kegiatan semacam kontrak kerja. Pihaknya akan mengevaluasi apakah mencapai target atau sebaliknya. “Misalnya di Asisten III membawahi prokopim, bagian umum dan bagian ortal. Rencana program akan di-break down setiap bulan, setiap minggu dan setiap hari,” kata Evi ditemui di ruang kerja akhir pekan kemarin.

Berdasarkan e – kinerja akan dirumuskan penggajian dan tunjangan serta fasilitas diperoleh ASN. Perumusan gaji dan tunjangan mengacu Pasal 79 dan 80 Undang – Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN. Regulasi ini mengatur gaji dan tunjangan berdasarkan kinerja.  Penerapan e – kinerja sambung Evi, telah didengungkan oleh Badan Kepegawaian Negara sejak tahun 2015. Pemkot Mataram baru menerapkan tahun 2021, karena menunggu pengembangan sistem oleh pemerintah pusat. “Bukan terlambat tapi pemerintah pusat masih mengembangkan sistem. Daerah lain juga belum menerapkan,” klaimnya.

Tujuan e – kinerja menjadi tolok ukur apakah kinerja tercapai atau sebaliknya. Hal ini memiliki konsistensi terhadap pendapatan. Evi menerangkan, gaji ASN dilihat dari kelas jabatan. Tunjangan dihitung berdasarkan kelas jabatan dan nilai jabatan.  Pegawai bisa mendapatkan tunjangan Rp12 juta.  “Kelas jabatan 1-15. Sekda itu kelas jabatan 15,” jelasnya.

Pejabat yang mendapatkan tunjangan bisa mendapatkan honor dari dua tim. Besarnya disesuaikan dengan peraturan presiden (Perpres). Evi menambahkan, penerapan e – kinerja relatif lebih gampang, karena ASN bisa membuat laporan lewat gawai. “Laporan tidak hanya dikerjakan di kantor, tetapi bisa lewat rumah karena ada aplikasi,” demikian kata Evi. (cem)