ASN Dilarang Tambah Libur

Baiq Nelly Kusumawati. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Aparatur sipil negara (ASN) di Lingkup Pemkot Mataram dilarang menambah libur pascalibur nasional. Pegawai melanggar terancam dikenakan sanksi disiplin.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Mataram, Baiq Nelly Kusumawati menyampaikan, pengaturan terhadap cuti dan libur nasional telah dikeluarkan surat edaran Walikota Mataram Nomor 008/147/ORG/III/2021. Surat edaran yang ditandatangani Walikota Mataram,H.Mohan Roliskana menindaklanjuti Keputusan Bersama Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi.

Iklan

Edaran yakni mengatur bahwa ketentuan cuti bersama tidak berlaku bagi PNS yang menjadi guru pada sekolah yang tidak mendapatkan libur menurut ketentuan peraturan perundang – undangan,sebagaiman diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang managemen pegawai negeri sipil.

Meskipun libur nasional dan cuti bersama, diminta seluruh pimpinan OPD meningkatkan kedisiplinan. Selain itu,pimpinan OPD diminta melakukan pemantauan dan pengawasan terhadap pegawai. “ Nanti pimpinan OPD yang diminta memantau dan mengawasi stafnya,” kata Nelly dikonfirmasi,Selasa, 4 Mei 2021.

Nelly menambahkan, libur nasional dan cuti bersama tidak ada perubahan sesuai keputusan pemerintah pusat. Bahkan,pemerintah pusat mulai 6-17 Mei melarang masyarakat mudik. Pihaknya tidak bisa memberikan izin cuti selama 12 hari kepada pegawai. Kecuali,keperluan mendesak atau urusan dinas. “ Kecuali ada keluarganya yang sakit atau meninggal kita berikan izin cuti. Ini kan masalah kemanusian,” terangnya.

Menurut Nelly, ASN mau mudik ke luar daerah dinilai percuma. Pengetatan syarat perjalanan semakin ribet. Seperti tes swab antigen dan harus menjalani isolasi di daerah tujuan. Kebanyakan kata dia, orang dari Jakarta memilih mudik ke Lombok daripada harus ke Jakarta atau daerah lainnya di Jawa. Pasalnya, tingkat penularan kasus Covid-19 sangat mengkhawatirkan, sehingga berisiko terjadinya penularan. “Malah orang tinggal di Jakarta memilih lebaran di sini. Mikir mereka mau balik ke Jakarta karena melihat kasus Covid-19 terus meningkat,” ujarnya.

Disatu sisi, ia mengingatkan pasca libur nasional dan cuti bersama, ASN tidak menambah libur. Pihaknya akan menyiapkan sanksi indisipliner bagi pegawai yang sengaja menambah libur tanpa keterangan. “Pasti akan dikenakan sanksi,” demikian kata dia.

Asisten III Setda Kota Mataram, Dra.Hj.Baiq Evi Ganevia menambahkan, pegawai diharapkan tidak mengajukan cuti selama periode 6 – 17 Mei. Pejabat pembina kepegawaian tidak memberikan izin cuti bagi pegawai negeri sipil. Kecuali,cuti melahirkan,sakit atau alasan penting. (cem)

Advertisement ucapan idul fitri ucapan idul fitri ucapan idul fitri Jasa Pembuatan Website Profesional