Askrida Syariah Ingin Lindungi 5.000 Jamaah Haji dan Umroh dari NTB

Tomi F. Rogi.(Suara NTB/bul)

Mataram (Suara NTB) – Askrida Syariah Cabang NTB menargetkan 5.000 JCH (Jemaah Calon Haji) dan umrah diberikan perlindungan asuransi. Sesuai regulasi dari dalam UU hingga PMA, telah diatur bahwa semua jemaah umrah wajib mendapatkan perlindungan berupa cover asuransi. Dalam PMA Nomor 8 Tahun 2018 menyebutkan tentang asuransi perjalanan sebagai asuransi jemaah umrah berupa asuransi jiwa, kesehatan, dan kecelakaan. Seluruhnya harus merupakan asuransi berbasis syariah.

“Kita targetkan di 2020 ini sebanyak 5.000 JCH dan umrah dari NTB bisa tercover asuransi,” jelas Tomi F. Rogi. Ia menyebut potensi JCH dan umrah di NTB tidak kecil. Tahun 2019 lalu, Askrida Syariah telah memberikan perlindungan asuransi tidak sedikit, angkanya di bawah 3.000 orang. Askrida Syariah adalah perusahaan asuransi yang menggunakan prinsip syariah memperluas marketnya dan menyasar perjalanan umrah dan haji.

Iklan

Askrida Syariah menawarkan sejumlah produk asuransi untuk memberikan jaminan kenyamanan dan aman kepada jemaah saat menunaikan ibadah umrah dan haji. Menawarkan lima pilihan premi yakni yellow, brown, silver dan gold yang disesuaikan dengan jaminan atau klaim masing-masing. Nilai preminya antara Rp50.000 dalam sekali penjaminan, hingga Rp100.000.

Adapun tiga jenis klaim utama oleh Askrida Syariah adalah jaminan kesehatan ketika sakit di luar negeri, atau meninggal di luar negeri atau tanah suci akan mendapatkan benefit pengantaran jenazah, serta klaim jika terjadi penundaan perjalanan. Jika terjadi kecelakaan yang mengakibatkan kecacatan, atau cacat tetap saat menjalankan ibadah haji atau umroh,  Askrida Syariah juga menyiapkan perlindungan (klaim).

“Standar premi dari Kemenag adalah Rp50.000. Tapi kami punya produk dengan premi sampai Rp100.000. dengan standar Kemenag, hanya 9 manfaat didapat. Kami bisa sampai 21 manfaat,” jeas Tomi. Diantara jenis perlindungan yang didapat jemaah termasuk keterlambatan kedatangan bagasi atau kehilangan air zam-zam, kehilangan dokumen perjalanan, biaya terlpon darurat. Untuk paket perjalanan wisata religi ke negara-negara lainnya sekaligus diberikan perlindungan lebih.

Proses klaim pun, kata dia, sangatlah mudah dan membutuhkan waktu paling lambat hingga sekitar dua minggu saja. Dia menjelaskan kendala utama dalam proses klaim hanyalah kelengkapan berkas, sehingga jika hal tersebut terpenuhi hanya membutuhkan waktu kurang dari seminggu. Kata Tomi, sementara ini, Askrida Syariah Cabang Provinsi NTB telah bekerjasama dengan 10 travel haji dan umrah. Kerjasama ini semakin diperluas melalui asosiasi perusahaan travel dan umrah yang sudah terbentuk. atau dengan mensosialisasikan secara langsung kepada calon-calon jemaah, saat pelaksanaan manasik haji. (bul)