Askab dan Askot Ancam Boikot Kegiatan Asprov PSSI NTB

Praya (Suara NTB) – Perwakilan pengusus Asosiasi Kabupaten (Askab) dan Asosiasi Kota (Askot) Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) se-NTB, mengancam akan memboikot semua kegiatan yang digelar oleh Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI NTB jika Muhazam, tetap menjabat sebagai Sekretaris Asprov PSSI NTB. Hal itu disampaikan perwakilan Askab dan Askot PSSI se-NTB, dalam pertemuan di Praya, Minggu, 2 April 2017.

Seperti yang disampaikan Anggota Komite Eksekutif Askab PSSI Loteng, Hamzanwadi, Senin, 3 April 2017 kemarin, ada tiga kesepakatan yang diambil perwakilan Askab dan Askot PSSI se-NTB  yang juga dihadiri perwakilan pemegang suara Asprov PSSI NTB, pada pertemuan tersebut. Selain ancaman akan memboikot semua kegiatan Asprov PSSI NTB, juga meminta Ketua Umum PSSI segera menunjuk Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Asprov PSSI NTB yang baru. Sampai terpilihnya Ketua Asprov PSSI NTB yang definitif.

Pasalnya, Plt. Ketua Asprov PSSI NTB sebelumnya, Chairul Bahtiar, MM., telah menyatakan mengundurkan diri per tanggal 31 Maret 2017 kemarin. “Tanpa adanya Plt. Ketua Asprov PSSI NTB, maka gelaran Liga III, Piala Suratin dan U-15 tahun ini, terancam tidak bisa digelar,” sebutnya.

Sementara tiga agenda tersebut harus dilaksanakan. Karena itu sudah menjadi agenda wajib PSSI. Mulai dari tingkat pusat sampai daerah. Kalaupun kemudian ketiga agenda tersebut tetap digelar sebelum ada Plt. Ketua Asprov NTB yang baru dibawa kendali Sekretaris Asprov PSSI NTB, maka pihaknya menolak ikut serta.

“Ini sudah menjadi kesepakatan kita bersama. Dan, selanjutnya aspirasi ini akan kita sampaikan ke Ketua Umum PSSI di Jakarta,” tambah Hamzanwadi.

Bahkan, pihaknya sangat berharap supaya Kongres Luar Biasa (KLB) Asprov PSSI NTB bisa segera digelar. Agar Asprov PSSI NTB bisa punya ketua dan kepengurusan yang baru. Dengan begitu, semua kegiatan PSSI NTB bisa terlaksana dengan baik. Kalau kemudian kondisi dibiarkan seperti ini, dikhawatir pembinaan tidak akan bisa berjalan. Lantaran pengurusan Asprov PSSI NTB sedang dalam kondisi yang tidak kondusif.

“Harus segera ada penyelesaian dari PSSI pusat, terkait persoalan yang tengah terjadi ditubuh Asprov PSSI NTB ini,” timpalnya. Solusinya, bisa dengan cara segera menunjuk ditunjuk Plt. Ketua Asprov PSSI NTB yang baru atau segera gelar KLB.

Jangan Korbankan Kompetisi

Dikonfirmasi terpisah, Muhazam menegaskan seruannya kepada pihak yang menyuarakan persoalan ini untuk tidak mengorbankan kompetisi yang akan digelar di NTB. “Jangan sampai sepak bola jadi korban dong. Apa sih masalahnya, kita mau jalankan kegiatan kok. Kegiatan kompetisi ini kan amanah PSSI, amanah masyarakat,” ujarnya.

Menurut Muhazam, aspirasi yang menyuarakan keinginan untuk menyingkirkan dirinya dari kepengurusan Asprov PSSI NTB haruslah dipisahkan dari aspirasi masyarakat yang menginginkan adanya kompetisi untuk mengasah kemampuan para atlet sepak bola di NTB.

“Kompetisi harus jalan terus karena itu ketentuan dari pusat. Persoalan Musda bisa dilaksanakan, batas waktunya Desember. Semua Asprov seluruh Indonesia ini batas terakhirnya Desember kepengurusannya,” ujar Muhazam.

Muhazam juga mensinyalir bahwa terdapat sejumlah Askab/Askot yang menyuarakan polemik menyangkut persoalan ini yang telah mati kepengurusannya. “Askab dan Askot itu ada yang mati kepengurusannya. Yang Lombok Tengah memang sudah Musorkab,” ujarnya.

Untuk itulah, Muhazam menyerukan kepada semua pihak untuk bersabar sembari menunggu kehadiran komite eksekutif PSSI di NTB. “Kita juga sudah berupaya mengundang Eksko. Mereka sibuk semua. Nanti mereka yang menentukan,” ujarnya.

Muhazam pun mensinyalir, rongrongan terhadap kepemimpinannya ini memiliki kaitan dengan suksesi kepemimpinan NTB di Pilkada 2018 mendatang. “Jangan hanya terpengaruh kepentingan orang perorang yang punya kepentingan 2018.. Ya Pilkada, kepentingannya ke sana. Janganlah sepakbola mau diperalat. Kalau mau kompetisi ya kita gelar,” tegasnya. (kir/aan)