Aset Strategis Pemprov NTB Banyak Dibiarkan Menganggur

Mataram (Suara NTB) – Aset strategis milik Pemprov NTB banyak yang dibiarkan menganggur atau tak dimanfaatkan. Sejak 2017, Pemprov melalui Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) akan melakukan beauty contest untuk menjaring mitra Pemda   untuk memanfaatkan aset-aset yang ada.

Sejumlah aset strategis milik Pemprov NTB tersebut yakni eks Rumah Dinas Sekda NTB yang berada di depan Lapangan Sangkareang, tanah atau lahan yang akan menjadi lokasi pembangunan hotel syariah dekat Islamic Center. Kemudian lahan eks rumah dinas pimpinan DPRD NTB di Pajang dan lahan untuk pembangunan NTB Convention Centre (NCC) di Jalan Bung Karno, Kota Mataram.

Iklan

Salah seorang warga Kota Mataram, Ahmad menyayangkan banyaknya aset daerah yang menganggur atau belum dimanfaatkan. Terlebih, aset-aset daerah itu berada di lokasi yang sangat strategis.

Ia menyebutkan seperti lahan eks rumah dinas sekda dan lahan yang akan menjadi lokasi pembangunan hotel syariah. Karena dibiarkan tak dimanfaatkan, maka sangat merusak pemandangan di Kota Mataram.

“Paling ndak dibersihkan, diatur, dirawat, biar tidak merusak pemandangan,’’ kata Ahmad kepada Suara NTB, Jumat, 9 Februari 2018 siang.

Eks rumah pimpinan DPRD NTB yang rencananya akan menjadi lahan pembangunan rukan/hotel.

Ahmad yang berprofesi sebagai pegawai swasta di Kota Mataram ini menyayangkan aset daerah tersebut dibiarkan terbengkalai. Apalagi lokasinya sangat strategis. “Aset tersebut memiliki potensi yang besar  jika dikelola dengan baik,” katanya.

Warga lainnya, Arya menyampaikan hal senada. Ia mengatakan seharusnya Pemprov bisa bersikap tegas jika lahan itu sudah dikuasai oleh investor. Jangan sampai mereka menyandera pemanfaatan lahan tersebut. Seharusnya, kata Arya, aset tersebut dapat berkontribusi bagi pendapatan asli daerah.

“Kalau tidak mampu investor sebelumnya yang sudah dapat izin.  Masih banyak investor lainnya yang lebih siap,” katanya.

Kepala BPKAD NTB, Drs. H. Supran, MM yang dikonfirmasi Suara NTB, kemarin di Kantor Gubernur mengatakan, pihaknya akan mengoptimalkan pemanfaatan aset-aset daerah yang ada. Ia mengatakan, tahun ini akan dilakukan beauty contest untuk menjaring investor atau mitra daerah yang akan memanfaatkan beberapa aset yang ada.

‘’Tahun inilah beauty contest. Kita lakukan beauty contest dan lain sebagainya,’’ ujarnya singkat.

Sebelumnya, Supran juga mengatakan melakukan  beauty contest untuk pemanfaatan Hotel Giri Putri dan eks rumah Dinas Sekda NTB. Ke dua aset tersebut lokasinya bersebelahan tepat berada di sebelah selatan lapangan Sangkareang Kota Mataram.

Pantauan Suara NTB, Jumat, 9 Februari 2018 siang, eks Rumah Dinas Sekda tersebut kelihatan tak terurus. Pada pagar, banyak ditumbuhi pohon-pohon liar. Begitu juga aset Pemprov yang merupakan eks rumah Pimpinan DPRD NTB di dekat SPBU Pajang Kota Mataram. Lahan tersebut banyak ditumbuhi pohon-pohon liar yang cukup tinggi.

Eks Rumah Dinas Sekda NTB tersebut rencananya akan digunakan untuk membangun hotel. Dengan pertimbangan bahwa  NTB merupakan daerah pariwisata, khususnya di Kota Mataram yang sering menjadi pusat kegiatan berskala nasional dan internasional.

Seperti diketahui, untuk tiga aset daerah sudah dilakukan Memorandum of Understanding (MoU) dengan investor 2013 silam. Yakni lahan Pemprov untuk pembangunan hotel syariah, rumah dan kantor (rukan) yakni eks rumah pimpinan DPRD NTB dan NCC yang berada di Jalan Bung Karno.

Dari tiga aset daerah tersebut satu yang sudah ditindaklanjuti dengan pennadatangan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yakni, pembangunan NCC.

Gedung NCC rencananya dibangun 20 lantai serta convention centre  dengan kapasitas 5.000 – 7.000 orang. Sesuai dengan hasil beauty contest yang dilakukan tim terpadu Pemprov NTB, pekerjaan pembangunan NCC dimenangkan oleh  PT. Lombok Plaza dengan rencana investasi  Rp 360 miliar dan kontribusi Rp 50 miliar. (nas)