Aset Hotel di Senggigi Disita Pemda, Ini Penyebabnya

Giri Menang (Suara NTB) – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Lombok Barat (Lobar) bersama tim mengambil langkah tegas terhadap pengelola hotel BS di wilayah Senggigi, Bapenda menyita aset hotel senilai Rp 123.153.415, lantaran bandel bayar pajak. Terhitung tunggakan pajak hotel ini sejak beberapa tahun terakhir. Sebelum menyita aset hotel ini, pihak terkait memberi peringatan hingga tiga kali.

Tim Juru Sita langsung dipimpin Kepala Bapenda Lobar Ir. Hj. Lale Prayatni, MM., bersama jajarannya, akhir pekan kemarin.

Iklan

Sebelum mengeksekusi, pihak juru sita lebih dulu membacakan perihal penyitaan aset di hadapan pengelola hotel. Tim Bapenda yang berjumlah sebanyak 8 orang didukung penuh oleh pihak Camat Batulayar dan Satpol PP.

Mereka ditemui Manajer Pemasaran Nining dan Manajer Keuangan Melkior Sudianto Hotel BS yang tidak bisa berbuat apa-apa dengan tindakan penyitaan itu. Mereka membiarkan beberapa barang milik hotel diberikan stiker label sita oleh tim Juru Sita.

Pengelola hotel berjanji melunasi utang tersebut setelah terlebih dahulu mengkomunikasikannya dengan pemilik hotel.”Total nilai piutang yang kita sita sebesar seratus dua puluh tiga juta lebih. Penyitaan ini dilakukan karena pihak manajemen hotel tidak kunjung membayar walaupun berkali-kali diberi kesempatan,” tutur Lale yang juga memperlihat surat-surat pernyataan yang tak kunjung ditepati.

Aset Hotel BS yang disita ini meliputi bed set, mebel, tv dan lainnya. Pihak manajemen diberikan kesempatan selama 14 hari untuk segera melunasi utangnya itu.  Bila dalam rentang waktu 14 hari, pihak hotel tidak membayar, maka barang sitaan tersebut akan daftarkan ke KPKNL untuk dilelang.

Mengenai nilai yang kecil, Lale Prayatni mengaku piutang kepada Hotel BS itu belum termasuk pajak PBB dan Pajak Air Tanah. (her)