Aset Bermasalah Rp 32 Miliar, Walikota Mataram Perintahkan Bentuk Tim Khusus

Mataram (Suara NTB) – Persoalan aset terus jadi benang kusut yang tak bisa diselesaikan. Termasuk aset Rp 32 miliar belum bisa dihapus hingga saat ini. Walikota memerintahkan agar dibentuk tim khusus menyelesaikan hal tersebut sesuai rekomendasi Dewan.

“Nanti kita akan pelajari aset bermasalah Rp 32 miliar ini. Kalau memang itu permintaan Dewan dan diperlukan pembentukan tim akan kita tindaklanjuti,” kata Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh, Jumat (24/2).

Iklan

Sejak dibentuknya Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah hingga perubahan OPD baru menjadi Badan Keuangan, sebenarnya sudah dilakukan penertiban terhadap aset di Kota Mataram. Termasuk, menelusuri kepemilikan rumah potong hewan (RPH) di Loang Baloq.

Penentuan aset merupakan milik pemerintah tidak sembarang, sehingga harus diibuktikan lewat dokumen berupa sertifikat dan lain sebagainya.

Tim ini nanti akan dibentuk secara internal. Jika memungkinkan meminta pendamping dari luar pemerintah. “Cukup internal saja,” jawabnya.

Kepala Badan Keuangan Daerah Kota Mataram, H.M. Syakirin Hukmi secara detail menjelaskan, persoalan aset Rp 32 miliar belum tuntas karena kebanyakan aset – aset tersebut tidak memiliki dokumen. Itu paling banyak di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan seperti pengadaan buku, meubel dan lain sebagainya.

Selain itu, tanah tak memiliki sertifikat. “Sebelum terbentuk kota madya Mataram sudah penyerahan sejak tahun 1965. Dulu ndak ada bukti penyerahan,” papar Syakirin.

Pihaknya telah mencoba meminta di Dikpora. Tapi tidak bisa ditunjukan bukti serahterima dari Pemerintah Pusat. Hal semacam ini kata dia, mengakibatkan tidak bisa dihapusnya aset tersebut sehingga terus jadi persoalan tiap tahunnya. (cem)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here