Asal Bima, Prajurit TNI yang Gugur Ditembak KKB

Almarhum Lettu Dirman. (Suara NTB/Ist)

Bima (Suara NTB) – Satu dari empat prajurit TNI AD yang gugur ditembak Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kabupaten Maybrat, Papua Barat, belum lama ini berasal dari Kabupaten Bima. Prajurit TNI itu bernama Lettu Dirman.

Informasi yang dihimpun Suara NTB, Dirman diketahui merupakan Danton Komma Kihub Denma Brigif 22/OM Dam XIII/Mdk. Pria yang lahir di Bima tahun 1980 tersebut meninggalkan istri bernama Nur Lessy Tuasikal serta tiga orang anak masing-masoing bernama Rangga, Aqillah dan Rafid.

Iklan

Rencananya anumerta Dirman akan dimakamkan di kampung halamannya, yakni di jalan Lintas Bima-Tawali atau tepatnya di Dusun Tenga Desa Mandala Kecamatan Wera Kabupaten Bima Sabtu, 4 September 2021.

Kanit Intel Kodim 1608 Bima, Letda Husen membenarkan informasi tersebut. Bahkan pihak keluarga anumerta Dirman di Kecamatan Wera sudah mengetahuinya.

“Ya benar. Lettu Dirman berasal dari Kecamatan Wera Kabupaten Bima,” katanya.

Husen mengungkapkan jasad Dirman akan dikebumikan di kampung halamannya. Namun sebelum itu, jenazahnya akan diberangkatkan dari Papua menuju Bandara Sultan Muhammad Salahuddin Bima.

“Kalau tidak ada kendala, jenazah akan tiba di Bandara Bima Sabtu, 4 September 2021 dan langsung dikuburkan pada hari itu juga,” pungkasnya.

Keponakan Lettu Dirman, Moris mengaku meski pihak keluarga sangat berduka, namun sangat bangga karena pamannya tersebut gugur dalam kondisi membela bangsa dan negara.

“Kami sangat kehilangan sosok paman kami ini. Tapi kami juga sangat bangga, paman kami gugur saat sedang membela NKRI,” katanya.

Ia mengenang semasa hidup pamannya. Menurut dia, pamannya itu memang tidak terlalu dekat dengan dirinya, karena sejak muda menjadi prajurit TNI AD dan bertugas jauh dari tanah kelahirannya.

“Selama hidup saya tiga kali bertemu langsung dengan beliau. Beliau awalnya tugas di Maluku Ambon dan terakhir di Papua Barat hingga gugur,” katanya.

Meski tugas jauh, selama hidup pamannya selalu mengingat keluarga di kampung. Kerap bercanda-tawa via telepon dan terakhir pamannya menelepon dan memberikan nasehat pas hari Raya Idul Fitri kemarin.

“Saya masih teringat betul saat paman memberikan nasehat kepada saya kemarin.  Ternyata itu nasehat terakhirnya,” pungkasnya. (uki)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional