Arung Jeram Bisa Dikembangkan di Rababaka Kompleks

Dompu (Suara NTB) – Olah raga arung jeram sangat cocok untuk dikembangkan di sistem irigasi rababaka kompleks (SIRK) Dompu. Bendungan yang mulai efektif 2019 mendatang setelah dilakukan pengisian awal (Impounding) bendungan Tanju dan bendungan Mila pada 2018 ini, bisa menempuh rute bendungan pengalih Desa Saneo hingga bendungan Tanju Manggelewa atau bendungan Mila.

Bupati Dompu, Drs. H. Bambang M. Yasin saat meninjau pembangunan SIRK di Saneo, Rabu siang, 10 Januari 2018 mengungkapkan, jaringan irigasi ini sangat cocok untuk dikembangkan olah raga arung jeram dan melewati terowongan. “Saya membayangkan, tim arung jeram Dompu mewakili NTB di tingkat nasional,” katanya.

Kepala BWS NT 1, Ir Asdin Julaidy, M.Sc mengungkapkan, di bendungan pengalih maupun saluran interbasin akan ditanami tanaman pohon buah sehingga dalam 5 tahun kedepan mulai dipanen dan bermanfaat bagi warga.

“Kalau dulu yang ditanam itu pohon seperti jati. Tapi setelah 5 tahun, pohon ini justru ditebang. Beda dengan pohon buah, usia 5 tahun baru mulai dipanen buahnya,” ungkap Asdin.

Dengan demikian, bendungan dan saluran interbasin bisa menjadi daerah wisata baru bagi warga sekitar. Potensi ini yang akan terus dikembangkan kedepan selain fungsi irigasi dan air bersih dari bendungan. Untuk salurah interbasin dari bendungan pengalih sepanjang 18 KM dengan 2 terowongan. Terowongan pertama panjangnya 650 M dan terowongan kedua panjangnya 1,7 KM.

Terowongan ini setelah jadi, lebarnya 3 M dan saluran udaranya lancar. “Ada lampunya juga kita pasang, tapi dihidupkan saat ada pemeriksaan di dalam terowongan,” ungkap Asdin.

Terowongan satu letaknya setelah bendungan pengalih atau sebelum bendungan Mila. Setelah terowongan pertama terdapat saluran interbasin yang membagi air dari sungai Rababaka sebesar 3,2 meter kubik per detik dengan kapasitas masing – masing saluran interbasin ke sungai Mila sebesar 1,3 meter kubik per detik dan ke sungai Tanju sebesar 1,9 meter kubik per detik.

Sistem irigasi yang mengalihkan potensi air dari sungai Rababaka yang selama ini terbuang kelaut hingga 40 juta meter kubik per tahun ini akan membuka areal irigasi baru seluas 2.350 ha di Kecamatan Manggelewa dan Kempo di bendungan Tanju dengan kapasitas tampung 18,4 juta meter kubik, juga akan meningkatkan intensitas tanam di musim tanam ketiga pada DI Rababaka seluas 1.689 ha. (ula/*)