Arisan Modus Slot Rp2 Miliar, Polisi Temukan Unsur Pidana Tipu Gelap

Hari Brata. (Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Dugaan penipuan arisan slot omzet Rp2 miliar mulai menemukan titik terang. Polda NTB mendapati bukti perbuatan pidananya. Indikasi penipuan dan penggelapan dengan modus arisan slot berganda. Dirreskrimum Polda NTB Kombes Pol Hari Brata menjelaskan, unsur pidana menurut pasal 372 KUHP dan 378 KUHP sudah tampak dari penyelidikan sementara. “Sudah kita temukan unsur perbuatan melawan hukumnya,” ujarnya, Senin, 15 Februari 2021.

Sejauh ini, sambung dia, baru delapan saksi yang dimintai keterangan di tahap penyelidikan. Sementara lima saksi sisanya belum bisa memberi keterangan dari total keseluruhan jumlah korban 13 orang. “Kerugiannya bervariasi ada yang sampai Rp100 juta. Ini kan sistemnya dia dari satu slot itu ada anggota-anggotanya lagi. Jadi dari satu slot ada jaringannya ke bawah,” kata Hari.

Iklan

Sebelum melangkah ke pemanggilan terlapor, penyidik Subdit I Ditreskrimum masih akan menyelesaikan klarifikasi para korban terlebih dahulu. ”Kalau saksi sudah selesai diperiksa baru kita periksa terlapor,” sebutnya. Modus menarik anggota arisan ini beragam. Ada yang melalui transaksi langsung. Ada juga yang melalui pesan instan Whatsapp. Nantinya akan dipilah menurut ragam modus ini. “Karena apakah ini nanti masuk ITE atau seperti apa,” kata Hari.

Sebelumnya diberitakan, kasus ini dilaporkan dengan dugaan penipuan dan penggelapan sesuai pasal 372 KUHP dan 378 KUHP. Modusnya dengan arisan slot yang setorannya bervariasi. Para pelapor mengadukan dugaan penipuan dan penggelapan senilai Rp2 miliar.

Para korban mengikuti arisan dengan setoran munlai dari Rp20 juta, Rp32 juta, Rp100 juta, Rp130 juta, Rp147,63 juta, dan Rp332,75 juta. Ada juga slot iPhone Pro Max dan slot emas batangan 3 kg. Korban diyakinkan arisan dengan kemewahan aset dan harta terlapor. (why)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional