Arif Rahman, Dari Lari Kejar Layangan, Akhirnya Jadi Pelari Nasional

Arif Rahman. (Suara NTB/ist)

Betul kata orang bijak, prestasi tidak bisa diraih secara instan. Tidak cukup dengan latihan setahun, namun butuh latihan panjang dan terukur untuk menjadi sang juara. Begitulah pengalaman Arif Rahman ketika menyumbangkan medali emas di nomor estafet 4×400 meter putra pada Pra-PON di Papua tahun 2019 dan meraih medali emas di Pekan Olahraga Nasional (PON) di Jawa Barat (Jabar) tahun 2016.

Arif Rahman adalah salah satu atlet unggulan NTB yang akan memperkuat tim estafet 4×400 meter putra di  pertandingan cabang olahraga atletik PON di Papua tahun 2021. Maklum dia berhasil  meraih tiket PON usai meraih medali emas di Pra-PON atletik di Papua awal  tahun 2020.

Iklan

“Limit PON estafet 4x400m 3.18.00 detik,  kita lari 3.17.56 detik dan raih emas di Pra-PON. Limit kita melampaui limit PON 2021,” ucap Arif Rahman kepada Suara NTB di Mataram, Jumat, 21 Agustus 2020.

Selain sukses meraih medali emas di Pra-PON, atlet asal Kota Bima ini sebelumnya sudah memiliki catatan prestasi nasional. Prestasi terbaiknya adalah meraih medali emas di PON di Jabar 2016. Kemudian Arif juga pernah mengharumkan nama TNI Angkatan Darat (AD) dengan empat kali berturut-turut meraih medali emas di nomor 400 meter  pada Kejurnas Atletik Piala Panglima  TNI tahun 2013, tahun 2014, tahun 2015 dan tahun 2016.

“Selain meraih emas PON, saya juga pernah mengharumkan nama TNI AD  di level nasional. Yakni meraih medali emas di Kejurnas Piala TNI di tahun 2013, 2014,2015 dan 2016,” jelasnya.

Atlet yang memiliki tinggi badan 170 meter ini menyukai olahraga lari berawal dari  kegemarannya bermain layang-layang. Sejak usia 11 tahun Arif mengaku  gemar  mengejar layang-layang yang putus dan dia selalu  menjadi yang tercepat untuk mendapatkan layang-layang tersebut. “Kalau ada layangan putus saya mengejar sampai naik turun gunung,” jelasnya.

Putra keempat dari empat  bersaudara ini lahir dari keluarga petani yang sama sekali tak ada hubungannya dengan olahraga atletik. “Ayah dan ibu saya petani,  bukan mantan atlet,” ucap putra pasangan Muhammad Taher dan Salmah.

Namun demikian, dari kegemarannya mengejar layangan putus itulah Arif suka berlari.  Tak disangka ketika ada lomba lari tingkat pelajar di Kota Bima tahun 2004 Arif berhasil meraih juara di nomor 5.000 tingkat pelajar.

Sukses menjuarai lomba lari tingkat pelajar saat itu, keluarga Arif pun mendukung Arif untuk menjadi atlet atletik. Bagai gayung bersambut, pelatih atletik Kota Bima, Jubair pun menghampiri Arif untuk mengajak Arif berlatih lari di  salah satu klub atletik”kuda terbang” binaan Jubair.

Setahun berlatih di Klub Kuda Terbang, Arif berhasil mengharumkan nama Kota Bima dengan menjuarai nomor lari 10 ribu meter di Porseni  NTB tahun 2005.  Saat itu Arif  masih duduk di bangku kelas dua SMP.

Sukses meraih medali emas di  tingkat pelajar NTB, atlet kelahiran 24 April 1993 ini dipromosikan jadi atlet PPLP NTB  tahun 2005. Ketika bergabung dengan atlet PPLP NTB, Arif difokuskan di nomor 800 meter dan 1.500 meter.

Menekuni nomor lari menengah jauh ternyata tak membuat Arif berprestasi di nasional. Tiga tahun di PPLP NTB, Arif gagal meraih prestasi di Popnas  tahun 2005 dan tahun 2007. Gagal di  dua kali Popnas, Arif  pun pindah nomor 400 meter. Di nomor 400 meter barulah Arif berhasil meraih medali emas di Popnas tahun 2009.

Sukses di Popnas 2009 membuat Arif dipanggil Pelatnas remaja  jangka panjang persiapan kejuaraan  atletik tingkat asia remaja dan junior tahun 2010. Dan Arif berhasil meraih medali emas.

Sukses di event internasional tingkat junior, Arif bertahan di Pelatnas hingga mengikuti SEA Games 2011. wali gagal mendulang medali emas di SEA Games 2011, namun hasil Pelatnas itu  membuat Arif disegani di level nasional. Terbukti Arif berhasil meraih medali perak di nomor 400 meter dan  meraih medali perunggu  di estafet  4×400 meter PON tahun 2012. Selanjutnya di PON 2016 Arif berhasil membawa tim estafet 4×400 meter NTB mendulang medali emas PON. (fan/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here