Ari Juliyant Tampilkan “Kadal Nongak” dalam Aransemen Jazz

Giri Menang (suarantb.com) – Perpaduan antara musik modern jazz dan musik tradisional ditampilkan dalam Festival Jazz Internasional di Pantai Senggigi, Sabtu, 20 Agustus 2016. Paduan musik jazz dan etnik yang digarap musisi lokal, Ari Juliyant, dijadikan suatu bentuk terobosan untuk melestarikan budaya NTB.

Kesempatan tampil dalam festival jazz internasional tersebut dimanfaatkan Ari untuk menampilkan keindahan perpaduan lagu-lagu Sasak dalam musik jazz. Ari membawakan lagu Kadal Nongaq di penampilan perdananya dalam acara tersebut.

Iklan

Ari mengatakan paduan jazz dan etnik tersebut tidak hanya pada lagu Kadal Nongaq yang telah ia tampilkan. Banyak lagu tradisional lainnya yang telah digarap. Menurutnya, lagu tradisional tidak hanya terbatas dimainkan dengan musik tradisional, namun dengan diwarnai musik modern seperti jazz ini, lagu-lagu tersebut tak kalah menariknya.

“Lagu rakyat itu tidak harus diam saja di situ dengan gamelan, tidak. Harus bisa direspon dengan banyak karakter,” ujarnya usai pementasan.

Ia mengaku selain lagu-lagu tradisional, ia banyak menggarap alat musik tradisi lain yang hampir punah. Salah satunya adalah genggong, yang terbuat dari bilah bambu.

“Itu hampir punah, karena tidak ada anak muda yang tertarik melestarikannya,” ujarnya.

Dari sanalah, Ari kemudian berinisiatif menggali tradisi tersebut untuk dikolaborasikan dengan unsur modern seperti jazz. Ia mengaku salah satu sumber inspirasinya dalam membuat perpaduan tersebut adalah dari proses mendalami seni tradisional.

Namun menurutnya, sumber inspirasi seni didapatkan dari semua aspek kehidupan. “Inspirasi bisa dari mana saja. Bagi saya semua orang adalah seniman, tinggal bagaimana kita menggali kesenimanan itu,” pungkasnya. (rdi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here