Arab Saudi Putuskan Kepastian Ibadah Haji 20 Mei

Ilustrasi ibadah haji. (Gambar oleh Konevi dari Pixabay)

Mataram (Suara NTB) – Pemerintah Arab Saudi belum memutuskan kepastian pelaksanaan ibadah haji tahun 2020. Semula, Pemerintah Arab Saudi rencananya akan menyampaikan keputusan pelaksanaan ibadah haji 2020 pada Selasa, 12 Mei 2020 namun diundur sampai 20 Mei mendatang.

Meskipun Pemerintah Arab Saudi belum memutuskan kepastian pelaksanaan ibadah haji 2020. Namun, pelunasan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) Embarkasi Lombok tahap II tetap dibuka sejak 12 Mei sampai 20 Mei mendatang. Jumlah Jemaah Calon Haji (JCH) NTB yang sudah melunasi BPIH tahap I tercatat sebanyak 4.097 orang.

Iklan

“Kepastian ibadah haji masih belum diputuskan Pemerintah Arab Saudi. Kemarin Raker dengan Komisi VIII DPR RI, pak Menteri Agama  menunggu katanya terakhir sampai tanggal 20 Mei,” kata Plt Kepala Kanwil Kemenag NTB, Drs. H. Muhammad Amin, M.Pd dikonfirmasi Suara NTB, Rabu, 13 Mei 2020.

Amin menjelaskan ada dua skenario yang disiapkan Kemenag terkait dengan persiapan haji 2020. Pertama, jika ibadah haji tidak dilaksanakan. Dan kedua, apabila haji dilaksanakan maka akan diprioritaskan untuk JCH yang tidak memiliki risiko tinggi (risti).

Meskipun belum ada keputusan Pemerintah Arab Saudi terkait pelaksanaan ibadah haji 2020, namun pelunasan BPIH tahap II tetap berjalan. Ia mengatakan pelunasan BPIH tahap II dibuka mulai 12 – 20 Mei mendatang.

Untuk pelunasan BPIH tahap II diprioritaskan bagi pendamping lansia, jemaah yang merupakan penggabungan suami istri dan jemaah yang gagal sistem. Diketahui, dari kuota 4.499 JCH tahun 2020, sebanyak 4.097 orang telah melunasi BPIH.

Sisanya, 402 JCH NTB tak melunasi BPIH. Ratusan JCH yang tidak melunasi BPIH tersebut akan diganti dengan jemaah lainnya. Kementerian Agama (Kemenag) memprioritaskan jemaah pandamping lansia dan suami istri sebagai JCH pengganti yang akan melunasi pada tahap II.

Rincian 4.097 JCH yang telah melunasi BPIH di NTB. Antara lain, Kota Mataram 659 orang, Lombok Tengah 659 orang, Lombok Barat 539 orang, Lombok Timur 727 orang, Bima 511 orang, Sumbawa 380 orang, Dompu 262 orang, Kota Bima 213 orang, Sumbawa Barat 145 orang dan Lombok Utara 2 orang.

Sedangkan sisa  JCH yang tidak melunasi BPIH di masing-masing kabupaten/kota di NTB sebanyak 402 orang. Dengan rincian Kota Mataram 88 orang, Lombok Tengah 102 orang, Lombok Barat 46 orang, Lombok Timur 101 orang, Bima 18 orang, Sumbawa 12 orang, Dompu 9 orang, Kota Bima 11 orang, Sumbawa Barat 2 orang dan Lombok Utara 3 orang dan Pemprov NTB 10 orang. Kuota JCH sebanyak 4.499 orang, terdiri dari jemaah reguler 4.412 orang, lansia 45 orang, TPHD 38 orang dan KBIHU 4 orang. (nas)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional