Arab Saudi Hentikan Penerbitan Visa, Penyedia Jasa Haji dan Umrah Khawatir Merugi

Barang-barang jemaah umrah yang siap berangkat ke Tanah Suci, Mekkah namun dilakukan pembatalan, (Suara NTB/ist)

Selong (Suara NTB) – Kebijakan penghentian penerbitan visa umrah yang dilakukan oleh Pemerintah Arab Saudi membuat para penyedia jasa haji dan umrah di daerah ini kelimpungan. Travel Haji dan Umrah khawatir merugi, karena beberapa jemaahnya sudah ada yang diberangkatkan dan saat ini berada di Surabaya.

Mustafa Al. Bakri, dari Travel Fidya Tour, mengaku tidak menduga adanya penghentian visa dan penutupan pemberangkatan ke Arab Saudi. Sementara jemaah umrah yang berangkat melalui travelnya sudah siap. Begitu pun untuk travel sudah mempersiapkan semuanya berupa tiket, visa, dan hotel di Arab Saudi.

Iklan

Akan tetapi, katanya, ia sangat mensyukuri jemaahnya mengerti atas kondisi demikian. Di mana pembatalan maupun penundaan pemberangkatan dari jadwal yang sudah ditentukan itu bukan semata-mata dilakukan oleh pihak travel, melainkan oleh Pemerintah Arab Saudi.

Disebutkannya, jumlah jemaah yang akan diberangkatkannya sebanyak tiga bus atau 130 jemaah calon umrah yang rencananya diberangkatkan per tanggal 13 Maret 2020. Bahkan sudah melakukan manasik haji pada tanggal 23 Maret di Asrama Haji, NTB. Akan tetapi, lanjutnya, apabila pemasangan anti virus Corona dapat dilakukan makan proses pemberangkatan cepat dilakukan. “Apabila tidak, maka pemberangkatan dilakukan penjadwalan ulang,” terangnya.

Mustafa Al. Bakri, memastikan untuk keamanan keuangan jemaah dipastikan aman. Meski pada dasarnya travel merugi, karena di beberapa travel yang lain ada jemaahnya yang berangkat hingga Surabaya kemudian dilakukan penyetopan. “Untuk biaya umrah saat ini sebesar Rp29,5 juta untuk paket bulan Maret khusus di Fisya Tour. Tapi kita menjamin uang masyarakat tidak hilang meskipun ada penundaan ini,” tegasnya.

Sementara, Kepala Kemenag Lotim, H. Azharuddin, MSy, jumlah travel di NTB sebanyak 31 travel dan 1 cabangnya di Kabupaten Lotim. Sementara jumlah jemaah umrah yang sudah direkomendasikan oleh Kemenag Lotim sebanyak 365 jemaah. Sementara untuk pemberian rekomendasi apakah tetap jalan atau dihentikan terkait penyetopan pemberangkatan jemaah umrah, Kemenag Lotim masing menunggu instruksi dari Kanwil Kemenag NTB. (yon)