April, Proposal FS Jembatan Lombok – Sumbawa Harus Rampung

H. Amry Rakhman (Suara NTB/nas)

Mataram (Suara NTB) – Hingga pertengahan April 2021, PT. Nabil Surya Persada yang menjadi mitra Pemprov dalam penyusunan feasibility study (FS) atau studi kelayakan rencana pembangunan Jembatan Lombok – Sumbawa belum menyerahkan proposalnya. Mitra Pemda tersebut diberikan waktu hingga akhir April ini untuk merampungkan proposal FS rencana pembangunan jembatan Lombok – Sumbawa.

“Segera saya akan hubungi dia. April proposalnya harus sudah selesai,” kata Kepala Bappeda NTB, Dr. Ir. H. Amry Rakhman, M. Si., dikonfirmasi di Kantor Gubernur, Jumat, 16 April 2021.

Iklan

Amry mengatakan mitra Pemda tersebut cukup serius dengan rencana melakukan FS rencana pembangunan jembatan Lombok – Sumbawa. “Kalau dari hasil pembicaraan, ya serius,” kata Amry.

Sebelumnya, PT. Nabil Surya Persada memperbaiki proposal FS jembatan Lombok – Sumbawa. Dalam penyusunan proposal FS Jembatan Lombok – Sumbawa, PT. Nabil Surya Persada menggandeng PT. Krakatau Konsultan yang merupakan anak perusahaan PT. Krakatau Engineering.

Selanjutnya, PT. Krakatau Konsultan juga mengajak dan berkoordinasi dengan Badan Pengkajian Penerapan Teknologi (BPPT). BPPT merupakan lembaga pemerintah non kementerian yang berada di bawah koordinasi Kementerian Riset dan Teknologi atau Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Amry menjelaskan PT. Nabil Surya Persada bekerja sama dengan PT. Krakatau Konsultan. PT. Krakatau Konsultan juga mengajak, atau berkoordinasi dengan BPPT.

Sebagaimana diketahui, hasil pra studi kelayakan atau pra-FS yang dilakukan konsultan dari Korea, biaya untuk konstruksi pembangunan jembatan Lombok – Sumbawa sebesar Rp850 miliar sampai Rp1 triliun per kilometer (km). Dengan panjang jembatan 16,5 km, total biaya konstruksi paling sedikit Rp16,5 triliun. Jika ditambah dengan asesorisnya, maka butuh biaya sekitar Rp20 triliun. (nas)

Advertisementfiling laporan pajak ucapan idul fitri ucapan idul fitri Jasa Pembuatan Website Profesional