Apjati : Seluruh PPTKIS Tutup

0
H. Muhammadun. (Suara NTB/bul)

Mataram (Suara NTB) – Seluruh Perusahaan Pengerah Tenaga Kerja Indonesia Swasta (PPTKIS) telah ditutup. Hingga waktu yang belum ditentukan. Rekrutmen Pekerja Migran Indonesia (PMI) hingga penempatan, praktis tidak dilaksanakan. Ketua Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (Apjati) Provinsi NTB, H. Muhammadun kepada Suara NTB, Kamis, 28 Mei 2020  mengatakan, pegawai dan petugas lapangan dirumahkan sementara. Sampai ada titik terang, pengiriman tenaga kerja ke luar negeri.

Pengiriman tenaga kerja ke luar negeri, terutama ke Malaysia sementara ini belum dibuka. Kalaupun dibuka, syaratnya cukup berat. Tenaga kerja yang masuk harus dikarantina terlebih dahulu. Selama 14 hari. Biaya ditanggung secara mandiri. Berlaku mulai 1 Juni 2020. Biayanya sekitar 500 ringgit. Atau sekitar Rp3,5 juta selama karantina, perorang. Dari mana mencarikan biaya untuk karantina ini, kata H. Muhammadun.

IKLAN

Karena itu, PPTKIS memilih off. Sampai situasi memungkinkan normal kembali. Untuk pengiriman ke Timur Tengah juga belum ada kejelasan. Harapannya, pemerintah Arab Saudi membuka kembali pelaksanaan Ibadah Haji. Ada harapan pengiriman tenaga kerja, jika pemerintah Arab Saudi telah melonggarkan pelaksanaan haji.

Sebelumnya, pada pertengahan Februari 2020, Pemprov NTB bersama Apjati melaunching kegiatan Job Fair ke Arab Saudi, diselenggarakan oleh PT. Bursa Usaha Migrant Indonesia (BUMI) Provinsi NTBdi Layanan Terpadu Satu Pintu (LTSP) Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi NTB. NTB secara resmi menjadi pilot project pelaksanaan Job Fair ke Arab Saudi melalui sistem satu kanal. Pengiriman PMI dilakukan melalui PT. BUMI. Bekerjasama dengan salah satu perusahaan penempatan di Arab Saudi, yaitu Syarikah.

Penempatan pekerja ke Arab Saudi menggunakan sistem satu kanal ini dilakukan di tengah berlakunya moratorium pengiriman pekerja ke Timur Tengah. Untuk tahap awal, uji coba pengiran satu kanal ini, direncanakan akan menempatkan 9.000 pekerja asal Indonesia. PMI dari NTB diprioritaskan mendominasi mengisi kuotanya.

Pendaftaran bekerja di Timur Tengah melalui satu kanal ini, kata H. Muhammadun cukup banyak peminat. Karena adanya wabah Covid-19 ini, praktis, rencana ini juga tertunda. Juga entah sampai kapan. Belum ada informasi dari Kemanaker, ujarnya. Calon PMI yang telah diberikan pelatihan juga telah dipulangkan ke rumah masing-masing. Sembari menunggu panggilan kembali untuk diberangkatkan.

Pada bagian lain, negara penempatan PMI, khususnya di Malaysia tengah gencar melakukan penertiban tenaga kerja ilegal. Hal itu memicu tingginya potensi tenaga kerja yang akan pulang ke negara masing-masing, tak terkecuali tenaga kerja Indonesia. Untuk mengantisipasi kemungkinan penularan covid-19, pemerintah melakukan pengetatan di pintu-pintu masuk di perbatasan. (bul)