Apjati NTB akan Rekrut 1.500 Pekerja untuk Hotel dan Mal di Dubai

H. Muhammadon.(Suara NTB/bul)

Mataram (Suara NTB) – Ditengah pandemi Covid-19 ini, negara-negara Timur Tengah masih membuka peluang kerja. Dibutuhkan 1.500 calon pekerja untuk perhotelan dan mall di Dubai. Salah satu agen penempatan tenaga kerja di Abu Dhabi, namanya Al-Qadr Manpower membangun kerjasama dengan PT. Tekad Jaya Abadi di Lombok, NTB untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja ini.

Ketua Asosiasi Pengerah Jasa Tenaga Kerja Indonesia (Apjati) Provinsi NTB, H. Muhammadon, dijumpai di Mataram, Selasa, 8 Juni 2021 menjelaskan, perusahaan tersebut meminta tenaga kerjanya khusus dari NTB. “Saat ini sedang dipersiapkan. Mudahan bulan ini sudah clear,” kata H. Madon. “Insya Allah kawan-kawan dari NTB akan dipekerjakan di perhotelan dan di mall-mall di Abu Dhabi dan Dubai,” imbuhnya.

Iklan

PT. Tekad Jaya Abadi selanjutnya akan bekerjasama dengan perusahaan-perusahaan pengerah tenaga kerja anggota Apjati NTB, yang berkantor pusat di NTB untuk bermasa sama menyiapkan calon-calon tenaga kerja yang dibutuhkan perusahaan dimaksud. H. Madon mengatakan, penandatanganan kerjasama sudah dilakukan oleh PT. Tekad dengan Al-Qadr.

Harapannya, semoga kerjasama ini bisa berjalan sukses tanpa kendala. Menjadi solusi bagi tingginya angka pengangguran di NTB. Apalagi ada ribuan orang yang tertunda pemberangkatannya ke sejumlah negara sejak Covid-19 menyerang dunia. H. Madon mengatakan, ada seratusan orang yang sudah mendaftar dari eks pekerja sektor pariwisata di Senggigi dan Gili-gili. Rencananya, mereka yang tertunda pemberangkatan bekerja keluar negeri, ke Malaysia, Taiwan, Singapura dan lainnya, bisa dialihkan bekerja ke Dubai.

“Sekitar seratusan eks pekerja hotel di gili dan Senggigi sudah daftar. Untuk ini perlu tenaga skill. Terutama skill berbahasa. Karena itu, kita harapkan pemerintah daerah juga bisa menyiapkan BLK-BLKnya untuk pelatihan kemampuan berbahasanya,” ujarnya. Selama ini Malaysia adalah negara yang menjadi tujuan utama penempatan tenaga kerja dari Provinsi NTB.

Namun Malaysia dan sejumlah negara lainnya di dunia tengah menutup diri. Karena alasan pengendalian Covid-19. Apalagi Malaysia juga termasuk negara dengan peningkatan Covid-19 tertinggi di Asean. Begitu juga Singapura, kemudian Brunei Darussalam permintaan tenaga kerjanya sangat terbatas.

Karena itu, terbukanya peluang bekerja di negara Abu Dhabi (Dubai) ini menjadi harapan di tengah kebuntuan sulitnya peluang kerja. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jumlah angkatan kerja pada Februari 2021 sebanyak 2,75 juta orang, naik sekitar 58,14 ribu orang dibanding Agustus 2020. Sejalan dengan kondisi tersebut, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) juga meningkat sebesar 0,87 persen poin.

Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Februari 2021 turun sebesar 0,25 persen  poin menjadi 3,97 persen dibandingkan dengan Agustus 2020. Apabila dilihat menurut tingkat pendidikan, TPT tertinggi terdapat pada penduduk dengan pendidikan tamatan Universitas, yaitu sebesar 7,07 persen. “Tingkat pengangguran kita di NTB sudah memicu persoalan sosial. Apjati bersama pemerintah mencarikan solusi bersama-sama. Untuk rekrutnya nanti kami akan adakah bursa kerja di masing-masing kabupaten/kota,” imbuhnya.

Lalu bagaimana dengan biayanya? H. Madon menambahkan, untuk ongkos pemberangkatan, diharapkan melalui pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp15 juta. Perusahaan tidak menanggung ongkos. Gaji yang dijanjikan sekitar Rp6 jutaan perbulan. Bisa lebih besar jika dihitung dengan waktu lembur. H. Madon mengatakan akan mempercepat proses rekrut dan penempatan. Syarat-syarat kerjasama ini sudah dipenuhi. “Semoga dalam waktu dekat sudah bisa pemberangkatan,” demikian H. Madon. (bul)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional