APH Sekat Pintu Masuk Kota di Malam Takbiran

Haryo Tejo Wicaksono. (Suara NTB/Jun)

Bima (Suara NTB) – Aparat gabungan TNI-Polri, Satuan Pol PP dan Satgas Covid-19 akan melakukan penyekatan pintu masuk Kota Bima. Terhitung mulai Senin 19 Juli 2021, tepatnya malam takbiran Hari Raya Idul Adha 1442 H. Penyekatan ini bertujuan menekan kerumunan warga yang beresiko mempercepat penularan Covid-19.

Kapolres Bima Kota, AKBP. Haryo Tejo Wicaksono, S. IK., dalam rapat koordinasi pelaksanaan Idul Adha 1442 H di halaman Kantor Walikota Bima menyampaikan, pada malam takbiran aparat gabungan akan menyekat pintu masuk dari kabupaten ke Kota Bima. “Karena bagaimanapun masyarakat kabupaten inginnya ramai-ramai di kota,” cetusnya.

Iklan

Pada titik penyekatan di daerah perbatasan tersebut, Satgas Covid-19 dalam hal ini Dinas Kesehatan (Dikes) menyiapkan tim medis berikut peralatan rapid antigen. Jadi setiap warga luar daerah yang hendak masuk kota, wajib melalui pemeriksaan kesehatan.

Ketika ditemukan warga reaktif Covid-19, mereka langsung diarahkan ke kompi untuk menjalani karantina sampai ada hasil laboraturium lanjutan. “Begitu kita hentikan langsung rapid, jangan sampai mohon maaf warga kabupaten membawa virus ke kota sehingga kota makin parah,” tegasnya.

Pembatasan mobilitas warga di wilayah kota, menurutnya penting dilakukan di tengah pandemi Covid-19, apalagi dengan munculnya varian delta di NTB.

Warga terutama yang memilik riwayat penyakit penyerta atau komorbit sangat rentan terpapar ketika berada di ruang terbuka. Karenanya ruang gerak mereka harus dibatasi untuk menekan penambahan kasus positif dan angka kematian akibat Covid-19. “Kalau bisa jangan banyak jalan-jalan. Dalam rumah bisa keluar jangan, itu saja penekanan saya,” pungkasnya. (jun)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional