APH Diminta Usut Tuntas Kasus Penganiayaan Guru Honorer di Lotim

Selong (Suara NTB) – Kasus penganiayaan terhadap salah satu guru honorer di SDN 4 Rarang Kecamatan Terara, Basirun Mustajab (29) yang diduga dilakukan oknum wali murid masih bergulir.

Pasalnya, kasus yang sudah dilaporkan ke aparat kepolisian diharapkan secepatnya dapat dituntaskan. Terkait kasus inipun, Ikatan Guru Indonesia (IGI) dan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) siap memberikan bantuan hukum untuk mengawal kasus ini.

Iklan

Sekretaris IGI Cabang Lotim, Muhir S.Pd, Kamis, 8 Februari 2018, menegaskan IGI mengecam kekerasan terhadap seorang guru SD di wilayah Kecamatan Terara. Tindakan anarkis yang dilakukan terhadap guru tidak boleh dianggap persoalan sepele.

“Kita dari IGI sangat menyayangkan dan mengecam tindakan seorang wali murid yang melakukan tindakan anarkis terhadap guru,” tegasnya.

Terlebih, kata Kabid Pembinaan SD pada Dinas Dikbud Lotim ini, tindakan yang dilakukan oleh wali murid itu terjadi saat kegiatan belajar mengajar (KBM) sedang berlangsung dan disaksikan langsung murid di kelas.

Fenomena itu menurutnya, tentu sangat mempengaruhi psikologi baik terhadap murid maupun guru. Terkait langkah hukum yang diambil oleh guru dan pihak sekolah yang melaporkan kasus penganiayaan dan pengerusakan, IGI Lotim sangat mendukung langkah itu sebagai salah satu upaya dalam memberi efek jera terhadap wali murid agar tidak seenaknya main hakim sendiri.

Hal senada disampaikan Sekretaris PGRI Cabang Lotim, Yunus, S.Pd, ditegaskannya, perlakuan zalim yang dilakukan orang tua murid terhadap seorang guru di SDN 4 Terara mendapat kecaman keras dari berbagai kalangan, tidak terkecuali dari PGRI. Ia meminta persoalan ini diusut tuntas agar marwah guru tidak dilecehkan.

Ia menegaskan, PGRI Lotim akan mengawal kasus penganiayaan terhadap guru hingga tuntas. Bahkan jika diperlukan akan menurunkan tim LKBH PGRI NTB. “PGRI Lotim akan mengawal ketat penanganan kasus ini hingga tuntas,” janjinya.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Lotim, AKP. Joko Tamtomo, SH, SIK mengaku jika kasus penganiayaan guru oleh wali murid inisial TR dan YD saat ini sudah dilimpahkan ke Polres Lotim. Dalam penanganannya, pihaknya sudah memeriksa kepala sekolah, guru yang menjadi korban penganiayaan serta sejumlah saksi-saksi lainnya.

Pemeriksaan akan terus dilakukan terhadap sejumlah pihak terkait hingga pihak kepolisian memiliki bukti yang kuat untuk menangkap dan menetapkan wali murid tersebut sebagai tersangka penganiayaan atau pengeroyokan serta pengerusakan fasilitas pendidikan di SDN 4 Rarang.

Terkait dengan kriminalisasi terhadap guru honorer di SDN 4 Rarang yang disaksikan langsung murid. Pihak sekolah hingga kemarin masih berupaya untuk memulihkan psikologi murid. Selain dilakukannya trauma healing, Kamis kemarin seluruh murid mulai dari kelas III hingga kelas VI beserta guru dibawa ke Pantai Labuhan Haji dengan difasilitasi oleh Dinas Dikbud dan Dinas Perhubungan Lotim.

Diharapkan, dengan beraneka cara itu psikologi murid dapat pulih kembali dan ke depan para murid dapat bersemangat di dalam mengikuti setiap KBM maupun ekstrakurikuler.  (yon)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional