APGT Bantah Penginapan di Gili Trawangan Sudah “Full Booking”

Mataram (Suarantb.com) –  Ketua Asosiasi Pengusaha Gili Trawangan (APGT), Acok Zani Bassok membantah pernyataan bahwa penginapan di Gili Trawangan sudah penuh. Ia mengatakan sampai saat ini masih tersisa sekitar 20 persen penginapan yang belum dipesan.

Dengan demikian para wisatawan yang ingin merayakan malam puncak tahun baru 2017 di Gili Trawangan masih bisa melakukan pemesanan.

Iklan

“Siapa bilang sudah full booking, sampai hari ini jumlah penginapan yang sudah terpesan kira-kira baru mendekati angka 80 persen. Masih banyak kok penginapan yang bisa diakses wisatawan, baik domestik maupun mancanegara di sini,” ujarnya Sabtu, 17 Desember 2016.

Menurut Acok, data pasti mengenai jumlah penginapan yang masih tersedia sampai saat ini belum ada. Meski demikian, ia menjamin bahwa jumlah kamar di Gili Trawangan masih siap menampung tamu.

Sementara untuk perayaan puncak tahun baru 2017 nanti, Gili Trawangan dipastikan mampu menampung wisatawan di atas 1.000 orang.

Terkait jumlah keseluruhan kamar penginapan yang saat ini ada di Gili Trawangan? Acok menjelaskan sesuai dengan pengalaman tahun 2014 silam, APGT mencatat jumlah kamar yang tersedia mencapai 700 kamar. Mengingat pembangunan tempat penginapan di Gili Trawangan yang terus bertambah setiap tahunnya, bukan tidak mungkin angka tersebut telah berubah hingga mencapai lebih dari ribuan kamar untuk saat ini.

“Perkiraan kami, jumlah kamar di Gili Trawangan sampai tahun 2016 sudah melebihi angka 1000 ruangan. Setiap tahun jumlahnya selalu bertambah,” katanya.

Menurut Acok, penambahan jumlah kamar di Gili Trawangan tersebut tidak hanya dilakukan oleh pihak pengusaha hotel. Warga setempat selaku tuan rumah juga banyak yang  tertarik mendirikan usaha penginapan, berupa bungalow-bungalow sebagai tempat persinggahan para wisatawan.

  Tangkap Pengedar di Karang Bagu, Polisi Sita 13,1 Gram Sabu dan Uang Rp 71 Juta

“Masih banyak bungalow yang disewakan. Bungalow-bungalow itu biasanya dijadikan kos-kosan pada musim sepi kunjungan wisatawan,” jelasnya.

Sedangkan untuk membendung lonjakan angka kunjungan pada malam tahun baru, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan beberapa pihak terkait untuk melakukan penutupan akses penyeberangan dari Bangsal menuju Trawangan segera menjelang hari perayaan tahun baru.

Oleh sebab itu ia menghimbau agar wisatawan yang ingin berkunjung untuk segera memesan penginapan. Sebab bagi wisatawan yang tidak memesan kamar lebih awal, nantinya tidak akan dilayani oleh jasa penyeberangan. Hal ini dilakukan untuk menjawab kehawatiran pengelola, kalau tamu-tamu seperti itu tidak memiliki tempat menginap saat bermalam di Gili Trawangan nanti.

“Yang kita khawatirkan adalah tamu-tamu lokal. Kan kasian juga bagi mereka, nanti sudah sampai Trawangan tidak ada tempat menginap,” tuturnya.

Hal tersebut  dilakukan sebagai langkah antisipasi melonjaknya jumlah pengunjung.  Bagaimanapun positifnya terhadap perekonomian, lonjakan  kunjungan wisatawan itu juga besar pengaruhnya terhadap angka produksi sampah.Karena seperti diketahui, saat ini total volume sampah yang diproduksi dalam sehari di Gili Trawangan telah mencapai angka 17,5 ton. Sementara jumlah sampah yang berhasil diolah dari total volume angka produksi setiap hari itu belum melampaui  30 persen. (ast)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here