APD untuk Pilkada Mulai Didistribusikan

Petugas Sekretariat KPU Kabupaten Dompu saat menaikkan logistik APD dan dokumen lainnya yang disatukan dalam karung untuk setiap TPS. Jumlah TPS se Kabupaten Dompu sebanyak 471 TPS.(Suara NTB/ula)

Sumbawa Besar (Suara NTB) – KPU Sumbawa, Sumbawa Barat dan Dompu telah mulai menyalurkan logistik Pilkada Sumbawa, khususnya Alat Perlindungan Diri (APD) mengikuti standar protokol kesehatan. Menyusul logistik pemungutan dan penghitungan suara mulai Sabtu hari ini.

Ketua KPU Sumbawa, M. Wildan, Jumat, 4 Desember 2020 menjelaskan, KPU menyalurkan logistik ke PPK, PPS dan KPPS secara berjenjang menggunakan skala prioritas. Dengan memperhatikan kondisi geografis, jarak dan kesulitan medan setiap wilayah.

PPK akan mengecek jumlah seluruh logistik pemilihan dan APD. Yang didistribusikan sesuai kebutuhan masing masing ditingkat PPK, PPS dan KPPS. “Untuk distribusi APD sudah kita lakukan sejak Rabu lalu. Sementara logistik terkait pemilihan mulai disalurkan Sabtu (hari ini),” terang Wildan.

Sesuai jadwal, distribusi APD ke tingkat kecamatan dari tanggal 2-8 Desember 2020. Sedangkan logistik pemungutan dan penghitungan suara mulai Sabtu 5 Desember hingga Selasa 8 Desember. Selain itu, PPK juga melakukan monitoring ketingkat bawah untuk memastikan TPS sudah dibuat paling lambat sehari sebelum tanggal pemungutan suara.

Komisioner KPU Dompu, Anshori, SE kepada Suara NTB, Jumat, 4 Desember 2020 menjelaskan, pihaknya telah mulai mendistribusikan APD yang akan digunakan petugas di TPS saat pemilihan. Mulai dari ember air, sabun, hand sanitizer dan lainnya.

“Untuk pengukur suhu tubuh dan kaos tangan plastik yang akan digunakan oleh pemilih dalam menggunakan hak pilih masih dalam perjalanan. Kita akan langsung distribusikan ketika sudah sampai,” jelasnya.

Untuk logistik Pilkada Dompu, seperti surat suara, peti suara dan berbagai logistik lainnya, kata Anshori, akan mulai didistribusi 3 hari menjelang hari pencoblosan. Karena logistik tersebut dibutuhkan saat hari pencoblosan dan disatukan dalam peti suara yang harus dijaga agar tidak rusak serta disalahgunakan. “Untuk logistik seperti surat suara, peti suara, bilik dan lainnya didistribusikan mulai 3 hari sebelum hari pencoblosan. Sekarang yang kita distribusikan hanya APD dan surat pemberitahuan pemilih,” terangnya.

Ia pun berharap, dengan didistribusikan lebih awal APD, pemberitahuan memilih, dan surat pindah memilih, masyarakat bisa lebih awal mempersiapkan diri. Seperti warga yang sakit dan penunggunya di RS bisa meminta pindah memilih dari kampungnya. Sehingga hak warga negara untuk menggunakan hak pilihnya bisa disalurkan.

Sementara itu, KPU Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menyatakan, saat ini pihaknya telah memulai proses pendistribusian berbagai kelengkapan yang dibutuhkan Tempat Pemunguta Suara (TPS). Salah satu yang telah dituntaskan prosesnya adalah kebutuhan Alat Pelindung Diri (APD) yang akan digunakan oleh petugas TPS nantinya.

“APD untuk kebutuhan penerapan Prokes Covid-19 di TPS sudah kita salurkan semuanya,” sebut ketua KPU KSB, Denny Saputra kepada wartawan, Jumat, 4 Desember 2020.

Ia menjelaskan, pihaknya sengaja mendistribusikan peralatan APD lebih awal ke TPS. Sebab perangkat pendukung TPS itu menjadi kebutuhan vital memastikan tiap TPS benar-benar siap menerapkan Protokol Covid-19 pasa hari pencoblosan. “Jadi istilahnya tanpa kelengkapan peralatan APD itu, TPS belum dinyatakan selesai atau siap,” timpalnya.

Sementara itu ditanya mengenai jadwal pendistribusian logistik Pilkada. Denny menyebutkan, pihaknya telah membuat  jadwal. Di mana proses pengiriman akan dilakukan pada tanggal 8 Desember atau sehari sebelum hari pemungutan suara.

“Kami sudah pertimbangkan secara matang. Jadi waktu sehari itu insyaallah cukup untuk mengirimkan logistik Pilkada ke seluruh wilayah KSB,” klaimnya. (arn/ula/bug)