APBD Perubahan Lotim Defisit Rp 170 Miliar

Wabup Lotim H. Rumaksi Sjamsuddin menyampaikan pandangan pemerintah pada Sidang Paripurna DPRD Lotim, Selasa, 28 September 2021. (Suara NTB/ist)

Selong (Suara NTB) – Gabungan Komisi I dan II DPRD Lombok Timur (Lotim) yang menggodok APBD Perubahan Lotim mengungkapkan defisit setelah perubahan anggaran mencapai Rp 170 miliar lebih. Hal ini terlihat dari jumlah pendapatan Lotim setelah perubahan dibandingkan dengan belanja. Total pendatan setelah perubahan Rp 2,83 triliun lebih. Sedangkan belanja lebih dari Rp 3 triliun.

Demikian tergambar dalam laporan Gabungan Komisi dalam Sidang Paripurna DPRD Lotim yang dibacakan Juru Bicara Komisi Gabungan Saifullah, Selasa, 28 September 2021.

Iklan

Para wakil rakyat ini menyarankan pemerintah daerah segera melakukan penyesuaian terhadap perkembangan yang tidak sesuai dengan asumsi dalam KUA dan PPAS APBD Kabupaten Lotim  Tahun Anggaran 2021, baik pada sisi pendapatan, belanja dan pembiayaan.

Mengingat adanya tuntutan dan kebutuhan atas perkembangan baru, baik kebijakan pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi NTB dan Pemkab Lotim hendaknya dihitung secara cermat, tepat dan digunakan secara efisien sesuai kebutuhan.

Wakil Bupati Lotim H. Rumaksi Sjamsuddin pada kesempatan tersebut mengingatkan catatan penting yang perlu menjadi perhatian, khususnya OPD yang mengelola PAD. OPD diharapkan  semakin giatmelakukan terobosan pemungutan melalui intensifikasi dan ekstensifikasi guna mendorong tercapainya realisasi Pendapatan Asli Daerah, pada triwulan ke-empat.

Wabup menyebut masih banyak potensi-potensi PAD yang realisasinya harus dipacu, sehingga pencapaiannya sesuai target.

Semua saran  para anggota Gabungan Komisi DPRD Kabupaten Lotim menjadi perhatian dan bahan masukan untuk perbaikan peningkatan kinerja pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan serta penentuan prioritas pembangunan. (rus)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional