APBD-P Lobar Defisit, Belasan Paket Proyek Dibatalkan dan BTT Covid-19 Dipangkas

H. Baehaqi (Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – APBD Perubahan Lombok Barat (Lobar)  tahun 2021 ini mengalami defisit yang sangat besar mencapai Rp56 miliar. Bahkan setelah berbagai upaya menutupi defisit itu dengan melakukan rasionalisasi anggaran, terdapat kekurangan yang belum tertutupi mencapai Rp12,2 miliar lebih.

Sekda Lobar Dr.H. Baehaqi pada saat Rapim yang dipimpin Bupati Lobar H Fauzan Khalid, Selasa, 15 Juni 2021, mengaku pihaknya pun sudah mengambil beberapa langkah untuk menutupi defisit ini.

Iklan

Langkah yang dilakukan diantaranya mengurangi belanja perjalanan dinas sebesar Rp 6,3 miliar lebih. Makan minum OPD sebesar Rp3,9 miliar lebih,  paket pertemuan sebesar Rp824 juta, honor tim sebesar Rp3,2 miliar, ATK cetak Rp2,2 miliar. Selain biaya pemeliharaan sebesar Rp1,3 miliar, belanja modal Rp1,8 miliar dan lain-lain Rp7,8 miliar lebih.

Pihaknya juga memangkas belanja tak terduga (BTT)sebesar Rp15 miliar. Dan pengurangan dana transfer ke desa akibat penyesuaian transfer pusat sebesar Rp 2 miliar.  Tidak hanya itu,pihaknya menekan belanja OPD yang bersumber dari PAD dengan cara memberi tanda bintang pada sub bagian kegiatan.

Termasuk mengirimkan SE Bupati kepada semua OPD terkait penundaan pelaksanaan pekerjaan pihak ketiga. Dari hasil rasionalisasi yang dilakukan, sejauh ini yang bisa ditutupi Rp 44 miliar. Sedangkan sisanya Rp 12 miliar belum bisa tertutupi. Karena itu, dalam rapim tersebut disampaikan kepada semua jajaran kepala OPD bahwa terdapat kekurangan yang perlu ditutupi tersebut. “Karena itu sesuai arahan pak bupati, kami segera tindaklanjuti setelah rapim,”ujarnya.

Menurutnya, faktor defisit anggaran ini tak lepas dari faktor kebijakan pusat melalui PMK Nomor 17 tahun 2021 terkait pengurangan dana transfer sebesar Rp 23 miliar lebih, pengurangan DAK sebesar Rp 1 miliar lebih. Itu yang menyebabkan, dilakukan refocusing dan juga rasionalisasi. Ditambah lagi refocusing 8 persen. “Itu yang menyebabkan terjadi defisit, karena juga karena ada beberapa belanja wajib yang harus dipenuhi tahun 2021,”ujarnya, seraya menambahkan, kondisi ini, berlaku nasional, tidak hanya Lobar.

Sementara itu Asisten II SetdaLobarRusditah mengatakan akibat kondisi keuangan daerah, maka berdampak terhadap pengadaan barang dan jasa yang akan dikerjakan tahun ini. Karena terdapat 13 paket lelang proyek dibatalkan.

“Dari rencana lelang tahun ini 76 paket, tapi karena kondisi keuangan maka sebanyak 13 paket proyek batal,” terangnya.

Beberapa paket proyek yang batal itu ada di Dikbud satu paket, yakni paket di SDN dengan nilai Rp600 juta lebih. Di Dikes ada sembilan paket proyek dari DBHCHT.

Sementara itu Ketua DPRD LobarHj Nurhidayah menegaskan pihaknya realistis melihat kondisi APBD. Pihaknya akan melihat kondisi APBD perubahan, jomplangnya antara perencanaan dengan realisasi. Kalau kondisi tahun depan kondisi pandemi masih Seperti saat ini, maka pihaknya akan realistis menurunkan PAD. Dengan menurunnya target PAD ini maka tentunya belanja program akan berkurang. Belanja apa saja yang dikurangi, maka harus mengacu skala prioritas dan tidak pprioritas. (her)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional