APBD NTB 2021 Dibahas November

H. Amry Rakhman (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Pemprov NTB belum mengajukan pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2021 ke DPRD NTB karena masih sedang dipersiapkan. Rencananya, pembahasan RAPBD 2021 akan dibahas bersama Dewan, November mendatang.

‘’Sedang kita persiapkan RAPBD 2021. Minggu depan kita sudah informasikan ke DPRD untuk pembahasannya. Ada komunikasi awal dulu, ketemu pimpinan DPRD. Nanti dijadwalkan persidangannya mungkin awal November,’’ kata Kepala Bappeda NTB, Dr. Ir. H. Amry Rakhman, M.Si, dikonfirmasi Suara NTB, Selasa, 13 Oktober 2020.

Iklan

Amry mengatakan, pihaknya sedang meminta data jumlah dana transfer dari Pemerintah Pusat yang diperoleh NTB tahun 2021 ke Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bappenda). Apakah dana transfer yang diperoleh naik atau turun dibandingkan tahun 2020.

“Mana yang turun, mana yang naik,” jelasnya.

Ia mengatakan, jika dibandingkan dengan peroleh dana transfer tahun 2020, jumlahnya diperkirakan relatif sama pada 2021 mendatang. ‘’Kalau dibandingkan APBD Perubahan 2020 relatif tetap dana transfer. Cuma, ada komponen yang turun dan ada komponen naik,’’ katanya.

Sehingga, RAPBD 2021 diperkirakan tidak terlalu berubah signifikan dibandingkan APBD Perubahan 2020. Kalaupun ada kenaikan, katanya, namun tidak terlalu signifikan.

‘’Kalaupun naik, nanti dari PAD. Dari posisi PAD yang peluangnya ada, tapi tidak besar. Ini yang sedang kita minta rincian dari Bappenda,’’ tambahnya.

Sebagai gambaran, dalam kondisi pandemi Covid-19 saat ini, APBD-P NTB ditetapkan sebesar Rp5,3 triliun. Dalam APBD-P NTB 2020, jumlah pendapatan sebesar Rp5,33 triliun. Atau  berkurang sebesar Rp338,6 miliar dari target pendapatan dalam APBD murni sebesar Rp5,67 triliun.

Sedangkan jumlah belanja dalam APBD-P NTB 2020 sebesar Rp5,39 triliun, atau berkurang sebesar Rp320,2 miliar dari target APBD murni sebesar Rp5,71 triliun. Sehingga APBD-P 2020 defisit sebesar Rp63,5 miliar lebih.

Mengenai akan dilakukannya rasionalisasi belanja dan program/kegiatan pada 2021, Mantan Kepala Bappeda Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) ini menjelaskan program 2021 akan benar-benar selektif. “Dalam pemilihan program dan kegiatan harus benar-benar yang prioritas. Sehingga tidak terjadi inefisiensi anggaran,” tandasnya. (nas)