APBD Loteng 2021 Disepakati Rp2,2 Triliun

Juru bicara Banggar DPRD Loteng, Legewarman menyerahkan rancangan APBD Loteng tahun 2021 yang telah disepakati bersama dengan TAPD, Jumat, 27 November 2020. (Suara NTB/kir)

Praya (Suara NTB) – Pemkab Lombok Tengah (Loteng) bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) menyepakati besaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Loteng tahun 2021 sebesar Rp 2,2 triliun. Adapun fokus program pada RAPBD ini adalah pemulihan dampak pandemi Covid-19. Kesepakatan tersebut diambil pada rapat paripurna DPRD Loteng yang digelar pada Jumat, 27 November 2020.

Sesuai hasil pembahasan Badan Anggaran (Banggar) DPRD Loteng dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), pos pendapatan daerah disepakati sebesar Rp 2,19 triliun dengan sumber terbesar  dari dana transfer pusat sebesar Rp.1,85 triliun ditambah dari pos Pendapatan Asli Daerah ( PAD) sebesar Rp 232,38 miliar. Sementara belanja daerah direncanakan pada angka Rp.2,18 triliun.

Itu artinya, terjadi surplus anggaran sebesar Rp12,50 miliar ditambah Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (Silpa) tahun 2020, sebesar Rp 7,49 miliar, maka total surplus anggaran sebesar Rp 20 miliar. Anggaran tersebut nantinya akan digunakan untuk melunasi sisa utang pada PT. Sarana Multi Infrastruktur (SMI) untuk pembangunan Pasar Jelojok Kopang.

Juru bicara Banggar DPRD Loteng, Legewarman, mengatakan kalau proses pembangunan APBD Loteng tahun ini memang sedikit terlambat dari yang direncanakan. Seharusnya rancangan APBD Loteng tahun 2021 sudah harus dibahas pada bulan September lalu. Tapi karena tengah pandemi Covid-19 ditambah perubahan sejumlah regulasi, membuat pembahasan APBD Loteng 2021 menjadi terlambat. “Tapi berkas komitmen dan kesungguhan bersama, penetapan APBD Loteng 2021 tidak sampai terlalu molor,” sebutnya.

Di tempat yang sama, Bupati Loteng, H.M. Suhaili FT., mengapresiasi proses pembahasan dan penetapan APBD Loteng tahun 2021 yang bisa dikatakan berjalan sesuai harapan. Meski saat ini tengah ada agenda Pilkada Loteng yang tentunya membuat hubungan di internal DPRD Loteng jadi lebih dinamis.

Namun hal itu tidak sampai menghambat kerja-kerja DPRD Loteng. “Itu menunjukkan kalau kita semakin dewasa dalam berdemokrasi. Perbedaan kandidat yang kita usung dalam pilkada tahun 2020 ini, tidak membuat kita terjebak dalam konflik saling sandera satu sama lain,” sebutnya.

Karena bisa saja, perbedaan arah politik yang membuat proses pembahasan nota keuangan dan rancangan APBD tahun 2021 tersendat. Akan tetapi yang terjadi justru sebaliknya, proses pembahasan berjalan lancar.  (kir)