APBD 2018, Lotim Alami Silpa Rp153 Miliar

Wakil Bupati Lotim H. Rumaksi menyampaikan laporan APBD 2018 di depan anggota DPRD Lotim, Kamis,  13 Juni 2019. (Suara NTB/rus)

Selong (Suara NTB) – Pada tahun 2018, Lombok Timur (Lotim) mengalami sisa lebih penghitungan anggaran (silpa) sebesar Rp153, 574 miliar. Jumlah tersebut merupakan silpa dari Belanja Dana Akokasi Khusus (DAK), Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT), dana sertifikasi dan non sertifikasi. Selain itu, ada dana Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang bersifat mengikat dan harus dianggarkan kembali sesuai peruntukannya, dan sisa UUDP ada di semua Organisasi Perangkat Daerah.

Demikian penjelasan Wakil Bupati Lotim H. Rumaksi Sjamsuddin dalam sidang paripurna DPRD Lotim, Kamis,  13 Juni 2019. Orang nomor dua di Lotim itu menjelaskan, musibah gempa yang melanda Lotim secara beruntun menjadi salah satu kondisi yang mempengaruhi pelaksanaan anggaran tahun 2018. Pengaruhnya bisa dilihat dari sisi realisasi pendapatan maupun realisasi belanja serta pembiayaan. Akibatnya, masih ada sisa kewajiban pemerintah daerah tahun 2018 yang akan diselesaikan pada tahun 2019 ini .

Iklan

Dirincikan, APBD Kabupaten Lotim 2018 disusun dengan Target Pendapatan sebesar  Rp2,584 triliun. Sampai akhir tahun anggaran 2018 dapat direalisir sebesar Rp 2,541 triliun atau 98,34 persen dari target yang telah ditetapkan.  Rinciannya, Pendapatan Asli Daerah (PAD) ditargetkan sebesar  Rp 292,533 miliar, terealisasi sebesar Rp 261,931 miliar atau 89,54 persen;

Pendapatan transfer atau dana perimbangan ditargetkan sebesar Rp2,149 triliun terealisasi sebesar Rp2,145 triliun atau mencapai  99,83 persen; Lain-lain Pendapatan yang sah, terealisasi sebesar  Rp 133,6 miliar atau 93,97 persen dari target yang telah ditetapkan sebesar Rp 142,277 miliar.

Sisi Belanja Daerah, secara keseluruhan dapat direalisasikan sebesar Rp 2,497 triliun atau 92,76 persen. Terdiri dari belanja tidak langsung yang ditarget Rp 1,618 triliun terealisasi sebesar Rp 1,5 triliun atau sebesar 94,24 persen; belanja langsung, terealisasi sebesar Rp 959,8 miliar atau 89,43 persen dari target yang telah ditetapkan sebesar Rp 1,73 miliar.

Pada sisi penerimaan pembiayaan yang direncanakan pada tahun anggaran 2018 sebesar Rp 125,5 miliar sampai akhir tahun anggaran telah terealisasi sebesar Rp 125,5 miliar atau 100,00 persen. Sedangkan pada sisi pengeluaran pembiayaan telah terealisasi sebesar Rp 16,9 miliaratau  91,48 persen  dari target yang telah ditetapkan sebesar Rp17,5 miliar yang digunakan untuk penyertaan modal pemda ke BUMD. (rus)