Antrean Kunjungan RSUD Selong Timbulkan Kerumunan

Situasi yang terlihat di antrean pengunjung Poli RSUD Dr. R. Soedjono Selong pada Senin lalu, cukup padat dan sulit menjaga jarak(Suara NTB/rus).

Selong (Suara NTB) – Kunjungan pasien ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Soedjono Selong berangsur normal. Pelaksana Tugas Direktur RSUD Selong dr. M. Tantowi Jauhari menyebut rata-rata sehari 600 orang. Namun karena keterbatasan ruang, antrian di poli rumah sakit menimbulkan kerumunan diakui sudah tidak nyaman.

“Tahun 2021 mendatang mudahan ada anggaran untuk kita rehab poli,” terang dr. Tantowi menjawab Suara NTB. Diakui di tengah situasi masih pandemi Corona Virus Disease (Covid-19), semestinya tidak terjadi kerumunan orang. Akan tetapi, karena keterbatasan ruang yang dimiliki membuat situasi tersebut tidak bisa dihindari.

“Kunjungan sekarang ini memang sudah mendekati normal,” sebutnya. Seiring dengan penambahan terus jumlah pengunjung, maka sudah menjadi kewajiban untuk menyediakan tempat yang lebih representatif.

Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Lotim yang sudah mengantongi akreditasi B sebagai tempat layanan kesehatan rujukan ini terus berupaya melakukan perbaikan layanan. Salah satunya, telah dibuat dan terapkan aplikasi Sapa Sesama. Aplikasi berisi survei kepuasan masyarakat.

Dr. Tantowi menerangkan, pembuatan aplikasi online Sapa Sesama ini merupakan implementasi dari Peraturan Menteri Pembinaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Nomor 14 tahun 2017 tentang survei kepuasan masyarakat pada instansi pemerintah yang melakukan pelayanan umum, termasuk di RSUD Selong.

Survei itu dilakukan untuk mengetahui masyarakat puas atau tidak pada layanan yang telah diberikan pihak Rumah Sakit. Dalam aplikasi tersebut terhadap sembilan pertanyaan yang harus dijawab bagi pengguna layanan, baik keluarga pasien maupun pasien itu sendiri.

“Sebelumnya kan manual kita pakai kertas, kita kemudian himpun dan keluarkan hasilnya secara manual,” ungkapnya. Sekarang ini, dengan adanya aplikasi ini akan dapat megetahui dengan cepat tingkat kepuasan masyarakat terhadap layanan yang telah diberikan.

Di antara yang menjadi pertanyaan dalam aplikasi adalah, apakah anda puas atau tidak puas terhadap pelayanan, apakah petugas kompeten atau tidak dalam memberikan layanan, apakah petugas ramah atau tidak. “Jadi pertanyaanya singkat saja soal puas atau tidak puas, cepat atau tidak cepat ramah dan ramah atau tidak ramah,” terangnya lagi.

Setelah itu, terolah sendiri oleh sistem. Kemudian, Secara real time hasilnya bisa diketahui dengan cepat. Survei atas keluasan pelayanan ini ada di semua unit layanan RSUD Selong. Baik kamar operasi, ruang perawatan, poli dan lainnya. Secara real time juga muncul grafiknya. “Mana unit kurang ramah itu akan kelihatan, dan jelas nanti akan ada sanksi dan reward bagi petugas,” demikian. (rus)