Antrean Jemaah Haji Mataram Sampai 30 Tahun

H. Muhammad Amin. (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Masa tunggu atau lama antrean jemaah haji di Mataram dikhawatirkan semakin lama. Terutama dengan penutupan pemberangkatan karena pandemi virus corona (Covid-19) yang berlangsung di seluruh dunia sejak akhir tahun 2019.

“Kalau NTB ya 35 tahun masa tunggunya. Kalau kita yang Kota Mataram kurang lebih ya 30 tahun, karena yang daftar juga banyak. Belum lagi yang tahun ini tidak berangkat karena covid,” ujar Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Mataram, H. Muhammad Amin saat dikonfirmasi, Kamis, 29 Oktober 2020.

Iklan

Kendati demikian, pendaftaran jemaah haji disebutnya tetap berjalan. Termasuk selama penutupan pemberangkatan karena pandemi beberapa waktu belakangan. “Per hari bisa 15 orang yang daftar,” ujar Amin. Menurutnya, hal tersebut menjadi bukti minat masyarakat mengurus porsi haji tetap tinggi, walaupun tengah terkendala pandemi maupun masa tunggu yang relatif lama.

Di sisi lain, jika pemberangkatan haji kembali dibuka maka pihaknya hanya akan memberangkatkan jemaah yang batal berangkat tahun ini. Hal tersebut mempertimbangkan terbatasnya kuota yang diberikan oleh pemerintah Arab Saudi.

“Kalau memang ada pemberangkatan, yang ditunda tahun ini yang diberangkatkan. Karena jatah kita hanya 200.000 orang, itu yang untuk Indonesia,” jelasnya.

Dengan begitu, pihaknya menekankan tidak ada pemberangkatan ganda pada pengiriman tahun depan. “Karena kalau kondisi 100 persennya (diberangkatkan) nanti membludak di Arafah. Kemah di Mina kalau dua kali lipat (dari kuota pemberangkatan) kemahnya harus berlantai dua juga,” ujar Amin.

Potensi kerumunan massa yang lebih besar tersebut diakui menjadi pertimbangan utama. Terutama untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 yang masih berlangsung sampai saat ini. “Kalau tidak begitu, akan sesak sekali di sana,” tandasnya. (bay)