Antisipasi Virus Corona Masuk Tiga Gili

Pemeriksaan wisatawan mancanegara yang baru tiba di Pelabuhan Bangsal oleh tim gabungan dipimpin KKP Kelas II Mataram. (Suara NTB/ist_syahbandar)

Mataram (Suara NTB) – Pengamanan Pelabuhan Bangsal, Kecamatan Pemenang, Lombok Utara diperketat menyusul merebaknya virus Novel Coronavirus (nCoV). Wisatawan mancanegara yang menggunakan fastboat dari Bali, dilakukan pemeriksaan satu per satu. Hingga Selasa, 11 Februari 2020 kemarin, 2000 lebih  wisatawan sudah menjalani pemeriksaan sebelum menuju Gili Matra (Meno, Trawangan, Air).

‘’Sampai sejauh ini, belum ada yang suspect,’’ kata Kepala Syahbandar Pemenang, Heru Supriyadi kepada Suara NTB, Selasa, 11 Februari 2020.

Iklan

Pemeriksaan itu berlangsung sejak Senin, 10 Februari 2020, dipimpin Koordinator Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Mataram, Haerul Yamin.  Pemeriksaan ketat melibatkan personel gabungan dari TNI AL, Polair, personel Polres Lombok Utara dan Syahbandar Pemenang.

Sejak Senin, ada sekitar 16 kapal yang membawa sekitar 10.100 wisatawan mancanegara yang berdatangan dari Bali dari jalur laut. Kapal-kapal cepat itu memang sesuai aturan diarahkan ke Pelabuhan Bangsal sebelum menyebar ke tiga gili (Gili Trawangan, Gili Air dan Gili Meno).

‘’Jadi tidak ada yang boleh langsung merapat ke gili. Mereka wajib sandar ke pelabuhan dan dilakukan pemeriksaan untuk deteksi kemungkinan virus Corona,’’ kata Heru.

Begitu juga hari kedua Selasa kemarin, ada sekitar 16 kapal sesuai jadwal trip yang merapat ke pelabuhan berisi 1000 lebih wisatawan. Hasil pemeriksaan hari kedua ini, sesuai laporan diterimanya, semua wisatawan dalam kondisi sehat. Tidak terdeteksi wisatawan dengan suhu tubuh di atas 38 derajat celcius.

Ditambahkan Heru, pemeriksaan masih akan terus berlangsung setiap hari untuk semua wisatawan tanpa terkecuali. Ini sebagai bentuk antisipasi kemungkinan lolosnya turis yang terjangkit virus Corona meski sampai sejauh ini belum ada satupun kasus ditemukan di Indonesia. ‘’Pemeriksaan akan lanjut terus sampai Pemerintah meminta dihentikan,’’ ujarnya. (ars)