Antisipasi Penyebaran Virus Corona, 200 Napi Lapas Mataram Diusulkan Bebas Lebih Cepat

Sejumlah warga binaan pemasyarakatan Lapas Mataram bercengkerama di aula mengisi waktu luang dengan nonton bareng. Narapidana diberi kelonggaran bebas lebih cepat untuk pencegahan penyebaran virus Corona. (Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Narapidana Lapas Mataram mendapat kelonggaran menjalani masa pidananya. Mereka yang sudah menjalani 2/3 masa pidana bisa bebas lebih cepat. Kecuali narapidana kasus korupsi. Isi hunian Lapas Mataram dikurangi untuk antisipasi penyebaran virus Corona. “Jadi hari ini kita mengeluarkan 25 orang (narapidana) dulu. Nanti sampai tanggal 7 (April) prediksi ada 200-an yang keluar,” ungkap Kepala Lapas Mataram Muhammad Susanni, dikonfirmasi Rabu, 1 April 2020.

Dia mengatakan, per hari Rabu kemarin 25 narapidana sudah bebas bersyarat. Mereka dikeluarkan dari Lapas Mataram untuk menjalani program asimilasi. “Kita berikan program asimilasi di rumah untuk pencegahan Covid-19,” terangnya. Mereka yang bebas lebih cepat itu yang sudah memenuhi syarat. Antara lain, yang sudah menjalani 2/3 masa pidana per-1 April 2020 hingga 31 Desember 2020. Mereka diusulkan mendapat bebas bersyarat, cuti menjelang bebas, dan cuti bersyarat.

Iklan

“Napi korupsi tidak termasuk program ini,” ucap Sanni. Hal yang sama berlaku napi kasus narkoba yang diatur dalam PP No99/2012 tentang syarat dan tata cara pelaksanaan hak warga binaan pemasyarakatan. “Untuk napi yang selain di PP 99 itu, dipermudah syarat bebasnya, diberikan asimiliasi. Ini untuk mengurangi kepadatan isi Lapas dengan demikian mengurangi resiko penularan,” terang Sanni.

Berdasarkan data Sistem Database Pemasyarakatan Dirjen Pemasyarakatan Kemenkumham RI, Per-1 April ini Lapas Mataram dihuni 1.033 warga binaan. Terdiri dari 782 narapidana dan 251 tahanan. Lapas Mataram yang berkapasitas 356 orang ini sudah overkapasitas sampai 190 persen. (why)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional