Antisipasi Penyebaran Covid-19, Tim Gugus Tugas Jadwalkan Swab Antigen Pegawai Instansi Vertikal

H. Lalu Herman Mahaputra.(Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Klaster perkantoran relatif meningkat di akhir Desember 2020 – Januari 2021. Kondisi ini patut diwaspadai karena tingkat penularan sangat tinggi. Tim gugus tugas menjadwalkan melakukan swab antigen secara acak terhadap pegawai instansi vertikal. Tujuannya mengurangi risiko penyebaran virus corona.

Direktur RSUD Kota Mataram dr.H. Lalu Herman Mahaputra menegaskan,jumlah kasus baru positif Covid-19 mengalami peningkatan signifikan. Penyumbang tertinggi adalah klaster perkantoran. Pegawai instansi vertikal maupun perbankan di akhir tahun lalu banyak melakukan perjalanan ke luar daerah. Kemungkinan membawa virus dari luar dan berpotensi menyebarkan virus saat proses interaksi dengan rekan kerjanya.

Iklan

“Paling banyak itu instansi vertical dan perbankan. Mungkin kondisinya tanpa gejala. Tapi ternyata setelah berinteraksi rekannya terpapar positif,” kata Jack sapaan akrabnya. Pihaknya berencana akan melakukan swab antigen terhadap pegawai di instansi vertikal maupun perbankan. Pemeriksaan kesehatan dilakukan secara random atau acak guna mengantisipasi penyebaran. Jack menilai semakin tingginya kasus ditemukan akan lebih baik. Artinya, pihaknya lebih mudah melakukan penanganan dan pencegahan.

“Ndak apa – apa semakin banyak kita temukan kasusnya semakin bagus,” terangnya. Terkait jadwal serta sasaran swab antigen, ia belum berani memutuskan. Pihaknya akan berkoordinasi dengan Polresta Mataram dan Dandim 1606 Lobar. Dari hasil swab antigen di pusat perbelanjaan akan dilaporkan ke Walikota selaku ketua tim gugus tugas penanganan covid-19.

Juru Bicara Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram Drs.I Nyoman Suandiasa menambahkan, pemeriksaan kesehatan secara mandiri telah dilakukan oleh pegawai di instansi vertikal, sehingga banyak ditemukan kasus positif Covid-19. Tingginya kasus ini sebelumnya telah diprediksi oleh Dinas Kesehatan pascalibur akhir tahun.

“Peningkatan kasus sudah diprediksi saat rapat koordinasi dengan Forkopimda,” tambahnya. Protokol kesehatan di perkantoran seperti menggunakan masker dan cuci tangan sangat tinggi. Tetapi jaga jarak sulit diterapkan saat berinteraksi dengan rekan rekannya di ruang tertutup. Berbeda halnya di pasar tradisional justru risiko penularan sangat kecil. (cem)

Advertisementfiling laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional