Antisipasi Pencurian Suara, MUDA Siapkan Ratusan Saksi

Pembekalan saksi pasangan Makmur-Ahda (MUDA) amankan perolehan suara tanggal 9 Desember 2020.(Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Pasangan calon (paslon) Walikota/Wakil Walikota Mataram nomor urut 3, Makmur-Ahda (MUDA) tidak hanya fokus menggalang dukungan. Akan tetapi pengawalan untuk dukungan yang sudah digenggam juga tidak kalah pentingnya. Oleh sebab itu, pasangan MUDA juga sudah menyiapkan pasukan untuk mengawal dukungan yang sudah diperoleh.

Dihari-hari terakhir jelang hari H Pemungutan Suara tanggal 9 Desember 2020 ini, diyakini segala kemungkinan bisa saja terjadi, termasuk perubahan peta dukungan politik. Dalam rangka mengantisipasi agar dukungan yang sudah diperoleh, tak beralih, maka perlu dijaga dan dirawat  sampai pada tahapan rekapitulasi suara.

Pasangan MUDA pun telah menyiapkan ratusan saksi tangguh, yang akan diterjunkan seluruh TPS di Kota Mataram yang berjumlah 725. Mereka bertugas khusus untuk mengawal perolehan suara di tiap TPS. “Jumlah saksi kita siapkan sesuai banyaknya TPS yakni 725,” kata Sekretaris tim pemenangan paslon MUDA, Baihaki Purnawan, Selasa, 2 Desember 2020.

Dia memastikan saksi yang dipersiapkan oleh paslon MUDA, adalah orang-orang pilihan, yang sudah dilatih. Mereka akan siap berjibaku dan bekerja keras untuk mengawal dan menjaga perolehan suara paslon MUDA di tingkat TPS. Para saksi itu diambil dari gabungan kader parpol pengusung, simpatisan, dan relawan pemenangan paslon MUDA. Mereka dipilih jadi saksi diprioritaskan yang bertempat tinggal dan terdaftar di Daftar Pemilih Tetap (DPT) di TPS tempat yang bertugas.

“Sebelum bertugas jadi saksi di TPS. Mereka juga jadi penggerak dukungan bagi paslon MUDA di TPS,” paparnya. Pihaknya pun sudah memberikan bimbingan teknis (Bimtek) terhadap para saksi tersebut. Dalam bimtek itu pihaknya memberikan pengetahuan dan pemahaman para saksi terkait berbagai potensi kecurangan sangat mungkin terjadi di tingkat TPS.

Dengan begitu, para saksi itu diharapkan bisa melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya dengan baik untuk mengawal dan mengamankan perolehan suara yang dimiliki paslon nomor urut 3 tersebut. “Saksi ini jadi ujung tombak paslon MUDA dalam mengamankan dan mengawal raihan suara di TPS,” tegasnya.

Dengan pengetahuan dan pemahaman yang baik terhadap tugas dan tanggung jawab tersebut. Mereka itu akan jadi saksi tangguh dan siap berjibaku dan tak kompromi dalam mengamankan dan mengawal raihan suara.

Pihaknya tak mau kecolongan. Potensi terjadinya kecurangan paling besar dimulai dari tingkat TPS. Sehingga pihaknya harus betul-betul memiliki saksi tangguh. Dia menegaskan, paslon MUDA ingin Pilkada Kota Mataram berlangsung demokratis.

Begitu juga dengan kemenangan bagi paslon MUDA. Ia ingin meraihnya secara terhormat, elegan dan bermartabat. “Ini mutlak kita lakukan untuk mengawal dan mengamakan perolehan suara, untuk kemenangan paslon MUDA,” pungkasnya. (ndi)