Antisipasi Pemudik, Pemeriksaan Penumpang di BIZAM Diperketat

H.L.Gita Ariadi (Suara NTB/ist)

Praya (Suara NTB) – Aparat kepolisian bersama dari petugas keamanan bandara memperketat pemeriksaan terhadap para penumpang maupun calon penumpang pesawat di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Majid (BIZAM). Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi adanya pemudik yang akan berangkat maupun datang melalui BIZAM, selama kebijakan larang mudik dari pemerintah pusat diberlakukan.

“Sebelum calon penumpang memasuki lobby terminal bandara, terlebih dahulu akan dilakukan verifikasi dan validasi kelengkapan dokumen atau surat perjalanan secara ketat,” ungkap Kapospol BIZAM Iptu Sulyadi, Minggu, 9 Mei 2021.

Iklan

Hal serupa juga berlangung bagi penumpang pesawat yang baru tiba di BIZAM. Harus melewati  skrining terlebih dahulu oleh petugas serta pemeriksaan dokumen surat jalan. Jika kemudian ada penumpang pesawat yang diketahui merupakan pemudik, maka yang bersangkutan akan diserahkan kepada Satgas Covid-19 setempat untuk keperluan karantina.

“Jadi kalau ada yang kedapatan mudik, mereka harus menjalani karantina selama lima hari terlebih dahulu,” sebutnya. Untuk teknis dan proses karantinas itu diserahkan kepada pemerintah daerah setempat.

Lebih lanjut, Sulyadi mengatakan, pos terpadu BIZAM sendiri selain berfungsi untuk melakukan pengamanan dan pelayanan, sekalugus sebagai pos penyekatan untuk mengantisipasi adanya pemudik yang akan berangkat maupun datang melalui BIZAM. Sesuai dengan surat edaran pemerintah pusat. Proses penyekatan sendiri sudah berlangsung sejak kebijakan larang mudik berlaku tanggal 6 Mei kemarin. Dan, akan berlangsung sampai tanggal 17 Mei mendatang.

Sebelumnya, Steakholder Relationship Manager PT. Angkasa Pura (AP) I Lombok International Airport (LIA), Arif Hariyanto, mengatakan selama kebijakan larang mudik, BIZAM tetap beroperasi seperti biaya. Hanya saja jumlah maskapai dan penumpang yang dibatasi. Penumpang yang bisa dilayani hanyalah penumpang dengan tujuan khusus. Bukan penumpang umum.

“Kalau status bandara tidak ditutup. Maskapai yang melayani penerbangan tetap adanya. Tapi hanya untuk penumpang dengan tujuan khusus sesuai yang diatur oleh pemerintah pusat serta angkutan kargo yang dilayani,” tambahnya. (kir)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional