Antisipasi Lonjakan Pasien, RSUD Tripat Tambah Tempat Tidur untuk Perawatan Covid-19

Arbain Ishak (Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Enam tenaga kesehatan dan dua dokter di RSUD Tripat terpapar Covid-19, namun pelayanan di rumah sakit itu tetap dibuka untuk melayani pasien. Pihak rumah sakit melayani dengan sistem saling isi memaksimalkan tenaga yang ada. Bahkan pihak rumah sakit mengarahkan rumah sakit lebih banyak menangani pasien Covid-19 dengan mengubah tempat tidur bagi pasien kelas III non Covid-19 menjadi ruangan perawatan pasien Covid-19.

“Kendala kita banyak tenaga yang terpapar terutama sekali di pelayanan, ya perawat, bidan dan dokter. Tapi pelayanan kita upayakan tetap maksimal, tetap kita buka,” Direktur RSUD Tripat drg. Arbain Ishak, Kamis, 22 Juli 2021.

Iklan

Disebutkan, ada lima atau enam nakes positif covid-19. Kemudian dua dokter yang terkena. Mereka masih menjalani Isolasi mandiri. Namun pelayanan di poli, IGD, dan rawat inap. Menurutnya pelayanan tidak ditutup, karena masih bisa diatur. Para tenaga kesehatan saling mengisi. Namun kalau banyak tenaag kesehatan yang terkena, maka pelayanan terpaksa ditutup, karena pihaknya tidak mungkin melayani dengan kondisi tenaga kesehatan yang terpapar

Saat ini, jelas dia, pihaknya sedang menyiapkan rumah sakit lebih banyak mengarah ke pelayanan Covid-19. Sejauh ini hampir 50 persen ruang perawatan di rumah sakit itu sudah menjadi perawatan Covid-19. Dari 146 ruangan perawatan yang ada, 73 tempat tidur disiapkan untuk pasien Covid-19. Sebelumnya, ada 50 tempat tidur khusus Covid-19. Penambahan dilakukan dengan mengubah ruang perawatan pasien non Covid-19 menjadi perawatan Covid-19. Langkah ini untuk mengantisipasi lonjakan kasus covid-19. Karena beberapa Waktu terakhir, kasus kematian juga tinggi, sehingga pihaknya juga menyiapkan beberapa ruangan dijadikan ICU. Terdapat empat tempat tidur ICU khusus penanganan pasien Covid-19.

Pihaknya akan mengupayakan menambah lagi beberapa ruang untuk ICU Covid-19 hingga berjumlah 14 tempat tidur. “Kita sedangkan siapkan, karena dari empat tempat tidur, tiga sudah terisi,” ujarnya.

Dengan tren kasus Covid-19 ini, pihaknya khawatir ruang ICU akan habis. Termasuk pihaknya akan memanfaatkan ruang IGD lama untuk perubahan ruangan Covid-19. Ditambah lagi Irna III, akan dijadikan ruang isolasi.

Tidak itu saja, pihak juga akan memanfaatkan IGD baru lantai II jika terjadi lonjakan pasien Covid-19, sehingga Ddengan penambahan ruangan ini, tingkat keterisian tempat tidur bisa berkurang. Sejauh ini tingkat keterisian tempat tidur di RSUD, sekitar lebih dari 50 persen. Saat ini terdapat 12 orang pasien Covid-19 yang ditangani di RSUD tersebut dan kesembuhan pasien juga tinggi. (her)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional