Antisipasi Lonjakan Covid-19, Lobar Siapkan Tempat Isolasi Mandiri

Tim dari Kecamatan Gerung dan Puskesmas Dasan Tapen ditemani Kepala Desa Gapuk Nurdin memantau tempat isolasi mandiri di Desa Gapuk Kecamatan Gerung. (Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 yang semakin hari kian naik dan rumah sakit tak mampu menampung pasien. Bupati Lobar, H. Fauzan Khalid pun mengambil langkah cepat dengan menyiapkan puluhan Tempat Isolasi mandiri bagi pasien Covid-19 di masing-masing puskesmas. Masing-masing puskesmas menyiapkan tiga tempat Isolasi mandiri. Langkah ini dilakukan Pemda lantaran tempat isolasi mandiri di masing-masing desa belum berjalan efektif.

Hal itu disampaikannya dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Evaluasi Penanganan Covid di Tiap Kabupaten/kota di NTB, Kamis, 22 Juli 2021.

Iklan

Bupati juga mengingatkan, agar penanganan Covid-19 harus disertai dengan pendekatan-pendekatan yang lebih humanis. Supaya arahan yang diberikan oleh petugas dapat diterima dengan baik oleh masyarakat.

“Fasilitas rumah isolasi mandiri di masing-maisng desa belum berjalan efektif, sehingga langkah antisipasi yang kita siapkan salah satunya supaya setiap puskesmas memiliki tiga tempat isolasi mandiri” tegasnya.

Dengan begitu, bila 20 puskemas di Lobar harus memiliki tiga tempat isolasi mandiri. Berarti kini Lombok Barat akan memiliki sekitar 60 tempat isolasi mandiri. Di mana biaya untuk makan dan minum para pasien ini rencananya akan dialokasikan melalui Dana Desa (DD) yang direfocusing sebesar delapan persen dari DD masing-masing desa.

Sementara itu, Kepala Desa Gapuk Nurdin saat menerima tim Kecamatan Gerung dan puskesmas meninjau lokasi tempat isolasi mandiri mengatakan kendala yang dihadapi untuk tempat isolasi mandiri di desa, adalah warga yang terpapar Covid-19 tidak ada yang mau diisolasi di tempat yang disiapkan desa. “Cuma kendala kita satu, rata-rata banyak warga yang terpapar lebih memilih isolasi di rumah masing-masing. Mereka tidak mau diisolasi mandiri di tempat yang disiapkan desa,”jelasnya. Bahkan mereka yang dirawat di rumah sakit pun meminta untuk isolasi mandiri di rumahnya.

Bentuk tanggung jawab desa bersedia menandatangani surat dari rumah sakit, dalam rangka kesanggupan memantau warga yang isolasi mandiri tersebut. Desa pun berupaya memberikan pilihan ke warga, kalau tidak mau isolasi mandiri di rumah, bisa isolasi di desa. Kalau warga tidak mau isolasi mandiri di desa, pihaknya tetap memantau warga. Bahkan pihaknya sudah menyiapkan dua tempat Isolasi mandiri. Dan untuk warga Covid-19 yang diisolasi disiapkan multivitamin. Pihaknya juga memberikan, masker, sterilisasi tempat tinggal  mengecek kondisi warga. “Bahkan kami siapkan makan minum bagi warga,” ujarnya. (her)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional