Antisipasi Kecurangan MTQ, Dewan Hakim “Disterilkan”

Mataram (suarantb.com) – Dalam rangka mengantisipasi kecurangan selama pelaksanaan lomba dalam MTQ Nasional ke-26, panitia akan mensterilkan Dewan Hakim. Hal ini disampaikan Ketua LPTQ Nasional, Prof. Dr. Mahsin, MA, dalam konferensi pers pada Sabtu, 30 Juli 2016 pagi.

“Selama melaksanakan tugasnya, Dewan Hakim ‘disterilkan’ dari kontak dengan pihak luar,” ujarnya.

Iklan

Para Dewan Hakim juga dilarang  menggunakan alat komunikasi seperti ponsel. Mahsin mengatakan ponsel para Dewan Hakim akan disita sebelum mereka mulai bekerja.

“Mereka tidak boleh berhubungan dengan peserta lomba, pendamping kafilah maupun keluarganya. Sebelumnya, para Dewan Hakim ini juga sudah diberikan pengarahan untuk menekankan aspek kejujuran,” jelasnya.

Dewan Hakim dipilih berdasarkan usulan dari LPTQ daerah yang terdiri dari mantan qari dan qariah. Kejujuran para Dewan Hakim dalam memberikan penilaian akan tetap diamati. Mahsin mengatakan tingkat kejujuran para Dewan Hakim ini dapat dilihat dari interval nilai yang diberikan.

Ia menyampaikan untuk lomba tilawah dan tahfiz, intervalnya tidak boleh lebih dari satu. “Selain lomba itu, intervalnya maksimal dua. Bisa dicontohkan dalam lomba tilawah, jika dua hakim memberikan nilai 70 dan 72, dan yang satu memberikan nilai 90, maka patut dipertanyakan. Tetapi interval nilainya tetap, tidak akan berubah. Jadi nilai yang akan diberikan maksimal 73, diambil dari nilai tengah tersebut,” jelasnya.

Selain Dewan Hakim, makra’ atau judul untuk lomba penulisan makalah Al-Qur’an juga disterilkan dengan dimasukkan ke dalam amplop. “Amplop ini diberikan pada saat lomba, sekitar 10-15 menit sebelumnya. Jadi, kami sudah berusaha mencegah adanya kecurangan,” tambahnya.

Kinerja para Dewan Hakim ini juga akan diawasi Dewan Pengawas. Anggota Dewan Pengawas telah dipilih Kementerian Agama dan diketuai oleh Drs. H. Mubarok, M. Si. Sedangkan Ketua Dewan Hakim diketuai oleh Prof. Dr. H. Said Agil Husin Al Munawar, M. A. (ros)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here