Antisipasi Dampak La Nina, Pemkot Siaga Darurat Selama 147 Hari

Mahfuddin Noor. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Pemkot Mataram telah menetapkan siaga darurat selama 147 hari kedepan. Kebijakan ini mengantisipasi dampak La Nina seperti banjir, gelombang pasang serta angin lebat menjadi ancaman. Posko siaga mulai diaktifkan kembali.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram, Mahfuddin Noor menjelaskan, prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) akan terjadi La Nina. Dimana, suhu permukaan laut mengalami pendinginan di bawah kondisi normalnya, sehingga dampaknya menambah hidrometeorologi dengan intensitas hujan lebat, angin kencang. Fenomena ini juga berpengaruh terhadap gelombang pasang. Pengalaman sebelumnya, sepanjang Pantai Ampenan muncul abrasi, banjir rob atau gelombang pasang. “Dampak dari La Nina perlu diwaspadai,” kata Mahfuddin dikonfirmasi, Kamis, 25 November 2021.

Iklan

Apel kesiapsiagaan yang digelar bersama TNI dan Polri mengantisipasi bencana alam tersebut. Pihaknya juga telah menetapkan status siaga darurat menghadapi hidrometeorologi selama 147 hari kedepan mulai dari November – Maret 2022. Mahfuddin menambahkan, apel siaga bencana ini untuk memastikan kesiapan personel, sarana – prasarana, logistik dan termasuk rencana kontijensi apabila terjadi kondisi lebih buruk. Posko siaga bencana akan dibangun dengan mengaktivasi kembali personel dari organisasi perangkat daerah (OPD) teknis. “Segera posko siaga kita bangun fisiknya,” ujarnya.

Dampak La Nina perlu diantisipasi di Kota Mataram yakni, potensi ancaman banjir, angin puting beliung, longsor dan gelombang pasang. Kendati demikian, fakta di lapangan pengaruh hidrometeorologi hanya menyebabkan genangan air. BPBD mencatat sekitar 10 titik tenangan yang muncul di Mataram. “Paling dua jam sudah kering genangannya,” ujarnya.

Titik – titik genangan lanjutnya, tidak muncul karena sudah ada penanganan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang mengangkat sedimentasi dari saluran. Perantingan pohon juga dilakukan Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman. Adapun genangan baru yang muncul disebabkan kondisi drainase yang tidak bagus dan segera akan diambil langkah intensif oleh instansi teknis. “Kalaupun ada yang muncul genangan itu karena kondisi saluran atau drainase yang tidak bagus,” pungkasnya.

Selama empat bulan kedepan, pihaknya mengimbau masyarakat untuk tetap waspada serta mengurangi mobilitas apabila terjadi angin kencang dan hujan lebat. Hal ini mengantisipasi terjadinya korban jiwa. (cem)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional