Antisipasi Cuaca Ekstrem, Camat dan Lurah Diminta Siaga

Mataram (Suara NTB) – Wakil Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana meminta camat dan lurah untuk tetap siaga mengantisipasi cuaca ekstrem terjadi beberapa hari ini. Camat dan Lurah diminta segera berkoordinasi dan mengambil tindakan secepat mungkin bila terjadi kemungkinan yang tidak diinginkan.

“Saya minta camat dan lurah siaga terus memantau kemungkinan potensi yang terjadi,” kata Mohan ditemui pekan kemarin.

Iklan

Dijelaskan, semenjak cuaca ekstrem melanda Kota Mataram langsung dilakukan apel siaga. Selain itu, ia juga mempertajam dengan rapat koordinasi untuk memastikan pola atau skenario dalam rangka mengantisipasi peristiwa kebencanaan.

Sekarang ini lanjutnya, tidak hanya berbicara soal banjir, tetapi juga mengantisipasi erupsi Gunung Agung dan eksodusnya pengungsi dari Bali, termasuk antisipasi peristiwaan yang lain seperti angin puting beliung yang terjadi d daerah lain. “Inilah kita menskenariokan bagaimana pola penanganan kebencanaan,” tambahnya.

Terkait pola penanganan kebencanaan itu, Mohan telah mengkonfirmasi Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan instansi teknis terkait. Mereka  memiliki standar operasional prosedur (SOP) dibuat termasuk posko induk dan satuan pelaksana diketuai Asisten I Setda Kota Mataram.

Selain standar penanganan, Wawali juga meminta kesiapan personel, peralatan serta logistik dicek kembali termasuk kendaraan operasional. “Di samping itu juga, mobil calling saya minta rutin memberikan imbauan ke masyarakat,” ujarnya.

Pada Rabu, 29 November lalu, sekitar pukul 03.00 – 04.00 Wita, banjir terjadi di Lingkungan Kekalik Kelurahan Kekalik Kecamatan Sekarbela. Tanggul tidak bisa menahan debit air Sungai Ancar. Wawali mengecek kondisi lingkungan terkena banjir dan memerintahkan camat dan lurah tetap waspada terhadap kemungkinan kebencanaan berikutnya dan segera mengambil langkah. (cem)