Antisipasi Banjir Rob Tolokalo, Rencana Sungai Buatan Belum Ada Kepastian

Warga tengah berada di tengah banjir rob yang melanda daerah Taa, Kecamatan Kempo, Jumat, 27 November 2020. Banjir rob ini selalu terjadi ketika hujan deras.(Suara NTB/ist)

Dompu (Suara NTB) – Banjir rob kembali melanja Taa Kecamatan Kempo, Jumat, 27 November 2020. Banjir rob juga selalu melanda wilayah Desa Songgajah dan Tolokalo Kecamatan Kempo ketika didera hujan. Rencana sungai buatan untuk mencegah banjir rob yang direncanakan pemerintah hingga saat ini belum ada kepastian.

Kepala Desa Tolokalo Kecamatan Kempo, Ihlas Mansyur kepada Suara NTB, Jumat, 27 November 2020 mengaku, selama musim hujan Oktober – November 2020 ini sudah 3 kali banjir rob melanda Desa Tolokalo dan Songgajah. Banjir selalu datang ketika hujan deras lebih dari 20 menit di daerah hulu.

“Tapi banjir kita tidak sampai menggenangi rumah warga. Banjir datang saat hujan. Ketika hujan reda, air banjir juga reda,” ungkapnya.

Banjir rob di Songgajah dan Tolokalo, kata Ihlas, merupakan luapan dari sungai Oo Todo dan sungai Mada Wamba Desa Tolokalo kecamatan Kempo. Luapan sungai ini keluar di jalan raya depan kantor Desa Songgajah.

Untuk mencegah luapan air banjir rob, Ihlas mengaku, bersama Dinas PU Kabupaten Dompu sudah disurvey untuk rencana pembuatan sungai buatan. Sungai buatan ini direncanakan akan memanfaatkan gang untuk dibawa ke sungai sebelah barat perkampungan sepanjang 1 KM lebih. “Rencananya pake dana tanggap darurat pusat, karena itu butuh anggaran besar,” terangnya.

Namun hingga saat ini, lanjut Ihlas, belum ada kepastian untuk rencana kelanjutannya. Kemungkinan anggarannya sudah diarahkan untuk kegiatan lain dan belum masuk dalam perencanaan nasional. “Kita berharap ini bisa diperhatikan pemerintah,” harapnya. (ula)