Antiradikalisme di Bima Dideklarasikan

Kota Bima (Suara NTB) – Pemkot Bima, Selasa 19 Juli 2016 merencanakan akan mendeklarasikan antiradikalisme dan terorisme. Kegiatan ini akan dipusatkan di lapangan Serasuba Kota Bima.

Demi kelancaran kegiatan, jalan di sekitar pusat deklarasi akan ditutup. Lalu lintas kendaraan akan dialihkan ke jalan Gajah Mada.

Iklan

“Demi kelancaran deklarasi jalan disekitar lapangan serasuba sementara akan ditutup. Kami menghimbau masyarakat agar menggunakan jalan Gajah Mada,” kata Kapolres Bima Kota, AKBP Ahmad Nurman, S.IK kepada Suara NTB, Senin 18 Juli 2016.

Kapolres mengatakan, untuk mengamankan jalannya deklarasi, pihaknya menerjunkan seluruh kekuatan anggota. Jumlah anggota yang diterjunkan akan disesuaikan dengan kondisi tempat deklarasi.

“Yang jelas bukan hanya Polisi saja yang dikerahkan untuk mengamankan deklarasi. Namun aparat gabungan yang terdiri dari TNI maupun Brimob,” katanya.

Deklarasi tersebut bekerjasama dengan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) NTB, Kemenag, MUI dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Bima.

Deklarasi itu bertujuan menghapus stigma negatif Bima yang kerap dicap sebagai daerah zona merah. Dalam deklarasi itu semua kalangan akan dilibatkan. Mulai dari aparatur sipil negara (ASN), pemuda, pelajar, paguyuban, tokoh masyarakat, tokoh agama. Baik yang berada di Kota dan Kabupaten Bima hingga di wilayah Dompu.

Sedangkan isi dari deklarasi  yakni menolak segala paham dan aksi radikalisme dan terorisme, melawan dan memerangi segala paham dan aksi radikalisme dan terorisme. Serta berperan serta aktif dalam pencegahan segala paham dan aksi radikalisme dan terorisme.

“Ada tiga poin dalam dalam deklarasi ini. Menolak, melawan dan mencegah segala paham tindakan radikal dan teroris,” jelas Kabag Humas dan Protokol Setda Pemkot Bima, Ihya Ghazali, S.Sos. (uki)

  Dilaporkan Menghilang, Seorang Warga Ditemukan Tewas

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here