Anomali Cuaca, Pola Tanam Cabai Terancam

Mataram (suarantb.com) – Pola tanam cabai petani di Kota Mataram terancam karena anomali cuaca beberapa waktu terakhir ini. Dinas Pertanian, Kelautan dan Perikanan (PKP) Kota Mataram hingga saat ini masih mengamati cuaca sebelum masa tanam cabai di atas lahan seluas 45 hektar dimulai.  Kepala Dinas PKP Kota Mataram, H. Mutawalli menyampaikan anomali cuaca ini disebabkan adanya efek la nina di bulan-bulan kemarau.

Mutawalli mengatakan saat ini pihaknya masih berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) untuk antisipasi anomali cuaca ini. Terutama untuk pola tanam palawija pada musim kemarau. Namun jika musim tak menentu dimana hujan terkadang mengguyur, tanaman palawija terancam mengalami kerusakan.

Iklan

Untuk persediaan tanaman cabai sebanyak 45 hektar yang dijadwakan panen pada November hingga Desember, Mutawalli mengatakan akan melakukan pengalihan lahan penanaman ke daerah yang tidak tergenang, jika Kota Mataram mengalami hujan secara terus-menerus pada bulan-bulan berikutnya. “Karena harus ditanam, kalau tidak kita bisa ‘kena’ (rugi) nanti,” ungkapnya, Rabu, 28 September 2016.

Daerah tidak tergenang berada di bagian utara Kota Mataram, seperti Rembiga dan sekitarnya. Menurut Mutawalli, wilayah selatan tidak memungkinkan untuk ditanami cabai, sebab wilayah tersebut merupakan wilayah rawan tergenang.

Sementara ini, anomali cuaca sudah mulai berdampak pada penurunan jumlah produksi cabai di Kota Mataram. Beberapa titik daerah pertanian yang ditanami cabai yang saat ini sedang berbuah, mengalami pembusukan buah. Namun pembusukan ini masih dalam jumlah rendah, sebab curah hujan dirasa masih belum terlalu lebat.

“Saya sudah turun ke lapangan, memang ada yang menghitam buahnya. Namun jumlahnya tidak terlalu besar dalam satuan hektar itu,” ungkapnya. (rdi)