Anniversary LEM ke-5, Gaungkan Semangat Lawan Corona

General Manager LEM Salim Abdad, memotong tumpeng sebagai tanda ucapan syukur pada kegiatan 5th Anniversary LEM, Sabtu, 17 Oktober 2020. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Lombok Epicentrum Mall (LEM) merayakan anniversary yang ke-5 dengan cara yang berbeda di tengah pandemi Covid-19. General Manager LEM, Salim Abdad mengatakan, tahun ini pihaknya mengusung tema survive. Memaknai penambahan usia dengan menggaungkan semangat melawan Corona.
“Saya optimis dan berharap semangat ini bisa terus menyebar kepada para manajemen, tenant, dan seluruh pengunjung LEM,” katanya.

Beragam kegiatan sudah digelar sejak Senin, 12 Oktober lalu. Konten yang disuguhkan tak jauh dari upaya-upaya membangkitkan ekonomi dan bisnis di tengah pandemi. Seluruhnya dipastikan digelar dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Pada Jumat, 16 Oktober 2020, digelar talk show pariwisata di era new normal.

Iklan

 

Kegiatan talk show serangkaian 5th Anniversary LEM. (Suara NTB/ist)

Menghadirkan narasumber Kepala Dinas Pariwisata NTB, L. Moh. Faozal, Ketua ASTINDO NTB, Awan Aswinabawa, serta Taufan Rahmadi, Tim Percepatan Pengembangan Pariwisata Halal Kemenpar RI. “Pariwisata sangat terdampak pandemi Corona. Dengan talk show ini semoga bisa mendatangkan harapan kebangkitan untuk pariwisata NTB ke depannya,” ujar Salim.

Puncak acara pada Sabtu, 17 Oktober 2020 digelar dengan pemotongan tumpeng sebagai tanda ucapan syukur. Dilanjutkan talk show virtual learning challenge oleh stakeholder di bidang pendidikan. Seperti Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB H. Aidy Furqan. Kun Andrasto, Kepala SMAN 1 Mataram dan salah satu perwakilan orang tua murid, Mirnalia Sapta.
“Dari sini kita coba menggandeng seluruh kalangan. Di sini, sisi pendidikan juga perlu kita utamakan,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan kembali digelar keesokan harinya. Diselenggarakan talk show melihat peluang bisnis dari kacamata sosial. Socio enterpreneurship oleh Iwin Insani, pemilik UMKM Vividerm.id. Juga talk show membangun bisnis di era new normal dari pihak manajemen dan sejumlah tenant LEM. Ada juga penampilan hiburan dari perkusi hingga sanggar tari yang meramaikan acara tersebut.

Salah satu peserta kegiatan, Ilham Bintang mengaku antusias diselengarakan kegiatan ini. “Ilmunya sangat bermanfaaat. Terutama saat materi seputar membangun bisnis. Saya sebagai pebisnis baru sangat terbantu,” katanya.
Nur Laelatul Qadariyah, juga utarakan hal yang sama. Ia berharap, diulang tahunnya ke-5 ini, LEM bisa semakin memanjakan pengunjung. Ia pun mengapresiasi seluruh protokol kesehatan ketat yang konsisten diterapkan di mal terbesar di NTB tersebut.

“Beberapa kali saya lihat Satpam menegur pengunjung yang tak menggunakan masker. Tentu ini memberikan rasa nyaman dan kemanan tinggi bagi pengunjung di masa pandemi seperti ini,” ujar wanita berjilbab ini.

Selain aneka talk show, pengunjung juga bisa berjalan-jalan di sekitar atrium LEM. Sejumlah tenant turut hadir berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Di antaranya BPJS Kesehatan, Hassenda, Zowie, Nobby, Jakarta One, Islamic Relief, Naughty Little Cat Shop, Buccheri, Yulinda Ethnic, Tya Collection, dan At_Muflih. (*)