Anjlok, Bulog Diperintahkan Stabilkan Harga Bawang

Aksi blokade jalan lintas Tente-Karumbu tepatnya di Desa Ngali Kecamatan Belo dilakukan petani bawang merah menuntut stabilitas harga bawang merah, Rabu, 10 Oktober 2018. (Suara NTB/Uki)

Mataram (Suara NTB) – Harga bawang di NTB anjlok. Pemerintah pusat telah menugaskan Badan Urusan Logistik (Bulog) Divre NTB untuk menstabilkan harga bawang di tingkat petani.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) NTB, Ir. H. Husnul Fauzi, M. Si mengatakan, telah ada Memorandum of Understanding (MoU) antara Menteri Pertanian dengan Kadin dan BUMN untuk menyerap bawang petani ketika produksinya surplus dalam waktu segera.

Iklan

‘’Tentunya yang merespons pertama Bulog.  Bulog Divre NTB, sudah ada nota penugasan. Yang kita tunggu dalam satu dua hari ini, berapa volume yang akan diserap dan harganya,’’ kata Husnul ketika dikonfirmasi di Mataram, Rabu, 10 Oktober 2018.

Mengenai harga pembelian terendah di tingkat petani, Menteri Perdagangan telah mengeluarkan Permendag harga pembelian bawang pada September lalu. Harga pembelian terendah di tingkat petani untuk bawang konde basah  Rp15.00 per kg, Rp18.000 konde kering dan R22.500 rogol kering. Sedangkan harga jual untuk konsumen Rp32.000.

‘’Kenapa masih ada pembelian rendah sampai Rp5.000 – Rp7.000 per kg. Harga sesuai Permendag itu berlaku jika pembelian oleh pemerintah melalui BUMN,’’ jelasnya.

Husnul menjelaskan, pihaknya juga sudah mengundang pihak kepolisian untuk meminta pendapat hukum. Ketika ada perorangan atau badan usaha yangi membeli bawang petani tidak sesuai Permendag, apakah dapat dilakukan penindakan hukum.

Karena hukum pasar berlaku, suplay and demand, maka tidak bisa ditindak hukum. Namun jika ada badan usaha yang membeli bawang tak sesuai Permendag, maka izin usahanya bisa dicabut.

‘’Pemerintah harus menugaskan BUMN, Kadin atau apa saja. Itulah penugasan Bulog untuk menstabilkan harga. Volumenya nanti berapa. Yang jelas, sudah ada penugasan kepada Bulog,’’ terangnya.

Husnul menyebutkan, pada Oktober ini petani akan panen bawang sebanyak 21.000 ton. Sedangkan pada November mendatang sekitar 3.000 ton. Ia menyebutkan produksi bawang tertinggi pada bulan Juli lalu mencapai 44.000 ton.

Kemudian Agustus sebanyak 22.000 ton.

‘’Perlu diketahui 2017 lalu, produksi NTB hanya 165.000 ton. Tahun ini 260.000 ton, surplus jauh. Harga pasar, bagaimana menugaskan BUMN membeli, pemerintah menaruh uangnya sesuai Permendag. Saya hanya menyiapkan produksi sebanyak-banyaknya,’’ tandasnya.

Blokade Jalan

Sementara itu, akses jalan lintas Tente-Karumbu atau tepatnya di Desa Ngali Kecamatan Belo, Kabupaten Bima, Rabu, 10 Oktober 2018 diblokade petani bawang merah. Mereka memasang palang jalan dengan menggunakan, kayu, bebatuan, bale-bale dan bawang merah.

Pantauan Suara NTB, akibat aksi puluhan petani bawang merah yang tergabung dalam Aliansi Petani Bawang Merah Kecamatan Belo tersebut kemacetan arus lalu lintas tidak terhindarkan.

Koordinator aksi Arfan Ilyas, S.Pd mengaku aksi blokade jalan sebagai bentuk protes petani terhadap sikap pemerintah daerah yang tidak menanggapi keluhan petani terkait turunnya harga bawang.

‘’Selama ini kami seringkali melakukan aksi terkait harga bawang merah. Namun tidak ada sikap dari pemerintah daerah,’’ katanya.

Menurutnya, petani hanya ingin agar harga bawang merah tetap stabil. Karena dalam beberapa bulan terakhir ini harganya tidak layak sehingga petani lebih memilih menumpuk bawangnya di gudang.

‘’Kami mendesak pemerintah daerah agar menstabilkan harga bawang merah yang terus anjlok ini dengan menerbitkan Peraturan Daerah tentang standar harga,” katanya.

Beberapa jam aksi blokade berlangsung, perwakilan dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) dan Dinas Pertanian dan Perkebunan (Disperbun) Kabupaten Bima mendatangi massa dan menyepakati menerima tuntutan petani.

Setelah itu blokade jalan dibuka kembali oleh petani dibantu juga aparat TNI dan Kepolisian. Blokade jalan dibuka, tetapi Arfan tetap memberikan batas waktu selama 1 minggu membahas persoalan tersebut. ‘’Jika tidak ada hasilnya maka kami akan melakukan aksi serupa. Utusan dinas tadi juga berjanji akan memanggil perwakilan petani untuk membahas persoalan ini,’’ katanya.

Kepala Disperbun Kabupaten Bima, Ir. Indra Jaya membenarkan ada utusannya yang mendatangi petani yang memblokade jalan terkait harga bawang merah. Kata dia, sejumlah isi tuntutan petani tersebut akan dibahas dalam waktu dekat. ‘’Sudah disikapi tadi. Yang jelas tuntutan ini akan kami bahas bersama pihak-pihak terkait,’’ ujarnya. (nas/uki)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional