Anjal dan Gepeng Kembali Marak di Mataram

Mataram (Suara NTB) – Di tahun 2016, Pemkot Mataram telah mencanangkan diri bebas dari anak jalanan (anjal) serta gelandangan dan pengemis (gepeng). Namun, tak efektifnya pengawasan oleh Satgas Dinas Sosial, penyakit sosial tersebut kembali marak di perempatan jalan, taman bahkan di pusat pertokoan.

Perempatan Jalan di Cakranegara atau depan Polsek Cakranegara, Sabtu, 7 Januari 2018 malam, dua anak jalanan mengulurkan tangan ke para pengendara sepeda motor. Sambil bernyanyi dengan tangannya ditepuk sebagai pengiring lagu. Mereka berjalan dari satu kendaraan ke kendaraan lainnya. Aktivitas mereka hanya terlihat pada sore dan malam hari. Saat pagi mereka tidak terlihat mangkal.

Iklan

Tidak saja di lampu merah. Di depan pusat perbelanjaan di wilayah Cakranegara, seorang bocah  perempuan menenteng kotak berwarna hijau duduk di depan pintu masuk. Tangan mungil gadis itu terus menyodorkan kepada setiap pelanggan hilir mudik.

Pelaksana Tugas (Plt) Kadis Sosial, Lalu Martawang mengklaim persoalan anak jalanan dan gepeng tidak bisa semata – mata dipertanyakan ke Pemkot Mataram. Sebab, kontribusi anjal dan gepeng bukan semata warga yang berdomisili di Mataram.

Oleh karena itu, penanganannya perlu kerja bersama dengan Pemprov NTB maupun kabupaten lainnya. “Ketidak adaan batas dari merebaknya anak jalanan tersebut perlu kerja bersama,” kata Martawang, Senin, 8 Januari 2018.

Martawang memiliki pandangan bahwa kesejahteraan masyarakat merupakan bagian dari skenario besar tidak saja Pemkot Mataram, tapi Pemprov NTB untuk menanggulangi kemiskinan. Mengurangi kemiskinan dan pengangguran membuat mereka rugi bila melakukan aktivitas – aktivitas di jalan raya.

Pencanangan Mataram Bebas Anjal 2016 merupakan komitmen bersama. Hal ini kata Martawang, diperjuangkan bersama bagaimana bisa meminimalkan dan meniadakan masyarakat miskin. “Di negara maju saja sulit meniadakan kemiskinan itu. Kecuali menguranginya,” tegasnya.

Di 2018, sudah diinstruksikan menyiapkan skenario kerja. Termasuk mengefektifkan kembali Satgas Sosial menanggulangi anjal dan gepeng.

Ketua Komisi IV DPRD Kota Mataram, H. Muhir mengatakan, sudah meminta Disos menertibkan penyakit sosial tersebut. Ia menemukan di perempatan Cakranegara serta pusat – pusat pertokoaan anjal, gepeng dan pengemis berkeliaran.

“Kita mau di Mataram ini betul – betul bersih dari anjal, gepeng dan pengemis. Itu semua tugas Dinas Sosial karena mereka punya tim,” ujarnya.

Politisi Partai Golkar tak memungkiri jika anjal dan gepeng berasal dari luar Kota Mataram. Kerja kolektif antara Pemprov dan Pemkot Mataram meski digencarkan, sehingga pembebannya tidak ke daerah saja. “Harus ada koordinasi dilibatkan dari provinsi. Bagaimana bentuk formulasi menangani anjal,” demikian ujarnya. (cem)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional